Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Rp 60 M, Kejati Jatim Cari Bukti Lain & Himpun Keterangan Saksi

Para saksi lain terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane di PT DPS senilai Rp 60,3 miliar masih dimintai keterangan Kejati Jatim.

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Rp 60 M, Kejati Jatim Cari Bukti Lain & Himpun Keterangan Saksi
ISTIMEWA
Ilustrasi korupsi (Shutterstock) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para saksi lain terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) senilai Rp 60,3 miliar masih akan dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).

Pasalnya, seusai menetapkan Presdir PT A&C Trading Network PTE, LTD, Antonius Aris Saputra sebagai tersangka dan menahannya, kini Kejati Jatim tengah mencari sejumlah alat bukti lainnya.

Terkait hal itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi mengatakan, PT DPS diduga pihaknya turut melihat kapal yang berusia 43 tahun dan didatangkan dari Rusia, Eropa itu

Didik menjelaskan, Aris juga dikatakannya sempat menunjukkan Kapal Floating Crane itu di Rusia.

"Kenyataannya, kapal tenggelam di Laut China. Dari sana pihak Aris maupun pemilik kapal dari Rusia (mengatakan) akan memperbaiki kapal itu," ujar Didik kepada TribunJatim.com, Selasa (12/12/2018).

Kejati Jatim Akan Panggil Saksi Lain Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Floating Crane

Saat disinggung soal penetapan tersangka lain, Didik enggan berkomentar.

"Yang pasti, kami akan memeriksa lagi beberapa saksi saksi lainnya nanti, untuk untuk mencari alat bukti lainnya. Kalau itu (penetapan tersangka lainnya) ya nanti," sambung pria asal Bojonegoro tersebut.

BREAKING NEWS - Kejati Jatim Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Floating Crane

Dalam pemberitaan sebelumnya, penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane senilai Rp 60 miliar berawal saat munculnya laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dalam laporan itu menyebutkan, adanya temuan dugaan kerugian negara mencapai Rp 60 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal senilai Rp 100 miliar terkait proyek pengadaan kapal jenis floating crane yang terjadi sekitar 2016 lalu.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved