Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Rp 60 M, Kejati Jatim Cari Bukti Lain & Himpun Keterangan Saksi

Para saksi lain terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kapal floating crane di PT DPS senilai Rp 60,3 miliar masih dimintai keterangan Kejati Jatim.

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Rp 60 M, Kejati Jatim Cari Bukti Lain & Himpun Keterangan Saksi
ISTIMEWA
Ilustrasi korupsi (Shutterstock) 

Untuk pengadaan kapal itu, telah melalui proses lelang, tapi hanya dibayar sekitar Rp 60 miliar dari harga Rp 100 miliar.

Selain itu, di dalam lelang juga disebutkan pengadaan kapal itu dalam bentuk kapal second alias bekas yang didatangkan langsung dari Benua Eropa.

Namun ketika dibawa ke Indonesia, kapal itu tenggelam di tengah jalan.

Kejati Jatim akan Jemput Paksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal di PT DPS yang Mangkir

Dari sanalah kemudian muncul dugaan bila ada spesifikasi yang salah di dalam pengadaan kapal impor itu.

Setelah itu, Kejati Jatim memanggil dua orang sebagai saksi, yakni Mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Riry Syeried Jetta dan rekanan, Antonius Aris Saputra.

Dalam pemanggilan itu, Riry disebut kooperatif oleh Kejati Jatim lantaran selalu memenuhi panggilan.

Sedangkan Aris, sudah dua kali mangkir dan ketika datang dalam pemanggilan ketiga.

Aris kini ditetapkan sebagai tersangka lalu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kejati Jatim.

Hingga kini, Kejati Jatim masih mendalami sejumlah pihak yang diduga turut terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara hingga miliaran rupiah itu.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved