Festival Ludruk Kota Surabaya, Orang Tua: Acara Seperti ini Melindungi Anak dari Pergaulan Buruk

Sejumlah remaja tampak percaya diri di atas panggung Festival Ludruk tahunan, oleh Dinas Pariwisata (disbudpar) Kota Surabaya.

Festival Ludruk Kota Surabaya, Orang Tua: Acara Seperti ini Melindungi Anak dari Pergaulan Buruk
SURYA/AHMA ZAIMUL HAQ
Salah satu penampilan peserta Festival Ludruk 2018 oleh Disbudpar 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wiwit Yulianti (49) bertepuk tangan keras untuk putranya, Bayu Wiyan Wijaya (15) yang menjadi peserta Festival Ludruk tahunan, oleh Dinas Pariwisata (disbudpar) Kota Surabaya.

Wiwit yang datang bersama cucunya itu tak berhenti mengalihkan pandangan, menikmati setiap pertunjukan yang Bayu mainkan di atas panggung bergantian dengan peserta satu timnya, dari sanggar Putra Taman Hira.

"Hoooeeee," kata Wiwit sambil bertepuk tangan memberikan semangat, saat ada beberapa reka adegan yang menggelitik hatinya.

Warga Dukuh Kupang itu mengaku, sudah sejak lama Bayu putranya menggeluti seni dan budaya tradisional ini.

Bayu memang dia kenal cinta akan Gamelan, hingga kini dia mampu memerankan lakon pada Seni Ludruk.

(Bocah Buronan Pencuri Onderdil Motor di Gresik Tertangkap, Polisi Langsung Gelar Dialog Kebangsaan)

(Sinopsis Cinta Suci Episode Jumat, 14 Desember 2018, Marcel Tonjok Nathan dan Dilerai Aditya)

"Sejak kecil dia sudah tertarik seni budaya tradisional, gamelan. Baru saja menang Lomba Dalang se Provinsi. Kalau ludruk mulai tertarik sejak 4 SD," Ucap Wiwit.

"Kami selalu mendukung Bayu, awalnya memang kami orangtua yang mengarahkan, ternyata dia juga suka," terang Wiwit usai menonton pertunjukan sang putra.

Wiwit mengatakan sengaja mengarahkan sang putra ke dunia seni budaya tradisional, mengingat keluarga juga pecinta seni budaya tradisional, sekaligus memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikannya.

"Di samping seni dan budaya tradisional, sekolah tetap nomor satu, saya juga seperti orangtua kebanyakan mendaftarkan dia ke tempat bimbingan belajar sebatas agar dia bisa mengikuti pelajaran," Ucap Wiwit.

"Pergaulan, saya arahkan ke sini supaya mereka tidak terpengaruh hal buruk sekaligus menyalurkan hobi," tambahnya.

(Pria di Tulungagung Tusuk Perut Ayahnya, Bermula dari Sakit Hati Pelaku ke Korban Saat Minta Uang)

(Ajang Miss Universe 2018 Diwarnai Bullying Sesama Peserta, Aksi Miss Amerika Serikat Dikecam)

Halaman
123
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved