Dinas Perhubungan Kota Malang Ditarget Dapatkan Penghasilan Rp 9,3 Miliar pada 2019

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang ditarget bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 9,3 miliar pada 2019.

Dinas Perhubungan Kota Malang Ditarget Dapatkan Penghasilan Rp 9,3 Miliar pada 2019
SURYA/RIFKY EDGAR
Dinas Perhubungan Kota Malang saat memasang rambu-rambu larangan parkir di Jalan LA Sucipto Blimbing Kota Malang, Senin (10/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang ditarget bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 9,3 miliar pada 2019.

Pada 2018 ini, Dishub Kota Malang mematok target Rp 7,5 miliar untuk dimasukkan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

Untuk merealisasikan target tahun depan, Dishub Kota Malang melakukan pemetaan titik parkir yang ditargetkan rampung sebelum 2019.

Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Stasiun Malang Tambah Dua Jadwal Keberangkatan Kereta Api

Plus Minus Sepak Bola Indonesia Menurut Mantan Pelatih Arema FC Milan Petrovic

Kepala Dishub Kota Malang, Kusnadi menyampaikan, pendataan terhadap titik parkir masih terus dilakukan hingga saat ini.

"Kami berjanji akan segera menyelesaikan pendataan terkait berapa jumlah titik parkir sebenarnya di Kota Malang,” ujarnya baru-baru ini.

Setelah mendata titik parkir, kemudian akan dihitung potensi yang bisa didapatkan.

Inilah Alasan Hamka Hamzah Belum Lakukan Tanda Tangan Kontrak dengan Arema FC

Changsub Ungkap Rencana Awal Member BTOB akan Wajib Militer Bersama hingga Kekhawatiran pada Peniel

Pasalnya, PAD parkir disesuaikan dengan jumlah karcis yang dicetak.

“Maka memang perlu dihitung lagi," imbuh mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan itu.

Sepanjang 2018, menurutnya tercatat ada 664 titik parkir dengan target PAD sebesar Rp 7,5 miliar.

Menko Perekonomian Serahkan Bantuan Pengering Padi, Petani Malang Berharap Hasil Panen Lebih Bagus

Angka itu mengalami peningkatan dibanding 2017 yang sebesar Rp 7,1 miliar dengan total titik parkir mencapai 615 titik.

Setiap tahun, jumlah lahan parkir memang terus bertambah, karena perkembangan pembangunan di kota pendidikan ini terus bertambah.

"Terutama potensi ruko-ruko itu kan masih banyak," jelasnya.

Gelar Aksi di Balai Kota Malang, KNSR Minta Warga Malang Raya Berdoa dan Beri Bantuan untuk Rohingya

Titik parkir yang insidentil juga dapat menjadi pemasukan bagi PAD Kota Malang dari sektor parkir.

Kusnadi sempat menjelaskan kontribusi pelayanan parkir tepi jalan umum hingga November 2018 tercatat sebanyak Rp 6,8 miliar.

Beberapa upaya yang dilakukan adalah melegalkan parkir liar yang belum memberikan kontribusi retribusi. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved