Liga Indonesia

Plus Minus Sepak Bola Indonesia Menurut Mantan Pelatih Arema FC Milan Petrovic

Meski hanya delapan bulan menjadi bagian Singo Edan, Milan Petrovic mengaku telah belajar banyak soal sepak bola Indonesia.

Plus Minus Sepak Bola Indonesia Menurut Mantan Pelatih Arema FC Milan Petrovic
Instagram/aremafcofficial
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kiprah mantan pelatih Arema FC, Milan Petrovic bersama Singo Edan tak berlangsung lama

Pelatih berkewarganegaraan Serbia itu diperkenalkan oleh Arema FC pada 4 April 2018 sebagai asisten pelatih Joko Susilo, eks pelatih kepala Arema FC, sebelum akhirnya menduduki tahta pelatih kepala dan kini telah resmi dicoret dari kursi kepelatihan.

Meski hanya delapan bulan menjadi bagian Singo Edan, Milan Petrovic mengaku telah belajar banyak soal sepak bola Indonesia, bahkan sedikit demi sedikit ia telah belajar bahasa Indonesia.

Sempat Pamit Mundur, Bagas Adi Nugroho Akhirnya Malah Pilih Tetap Bertahan di Arema FC

5 Pemain Arema FC yang Belum Tanda Tangan Kontrak untuk Musim Depan, di Antaranya Hamka Hamzah

Milan Petrovic Ungkap Penyebab Buruk dan Jebloknya Laga Tandang Arema FC

Saat diminta menilai soal sepak bola Indonesia, Milan Petrovic mengatakan, di Indonesia ada banyak potensi yang dapat jadi modal bintang di masa mendatang.

"Saya menemukan banyak hal menarik di indonesia, banyak talenta. Pemain Indonesia memiliki keunggulan kecepatan, power, itu banyak terlihat, khususnya pada pemain Papua. Banyak sekali potensi sebenarnya yang dimiliki Indonesia," kata Milan Petrovic pada Surya (TribunJatim.com Network), Sabtu (15/12/2018).

Namun sayangnya menurut Milan Petrovic, itu tidak ditunjang dengan sistem kepelatihan yang mumpuni, sehingga potensi-potensi yang ada, tak dibina dengan maksimal.

Dispendukcapil Kabupaten Malang Temukan 50 Warga dengan Data Ganda

Kegiatan Para Pemain Arema FC Saat Libur Kompetisi, Nikmati Masakan Ibu hingga ke Candi Borobudur

Changsub Ungkap Rencana Awal Member BTOB akan Wajib Militer Bersama hingga Kekhawatiran pada Peniel

Padahal ia menilai, dengan potensi pemain yang dimiliki, Indonesia akan dapat bersaing di tingkat dunia, dan bahkan Piala Dunia.

"Saya menyayangkan ada bakat kecepatan, power, kekuatan itu semua tidak diikuti dengan pendidikan yang matang dari federasi. Sebenarnya Indonesia juga layak dan bisa ikut kompetisi di level internasional seperti Piala Dunia, asalkan ditangani dengan baik dan benar sejak dini. Kalau itu dilakukan, Indonesia bisa seperti Manchester," ujarnya. (Dya Ayu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved