Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016, Kejari Tanjung Perak Telah Periksa Ratusan Ketua RT/RW

Kejari Tanjung Perak masih terus memeriksa sejumlah ketua RT/RW yang menerima dana hibah Jasmas 2016 itu.

Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016, Kejari Tanjung Perak Telah Periksa Ratusan Ketua RT/RW
Istimewa
Agus Setiawan ditetapkan sebagai Tersangka dugaan korupsi program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016, pada Kamis (1/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus dugaan korupsi dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016 masih didalami Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya.

Kejari Tanjung Perak masih terus memeriksa sejumlah ketua RT/RW yang menerima dana hibah Jasmas 2016 itu.

Sebelumnya, dana hibah Jasmas 2016 disalirkan melalui Agus Setiawan Jong, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Agus Setiawan merupakan pengusaha swasta yang diduga melakukan mark up pengadaan barang dan jasa program Jasmas.

Jadi Tersangka Korupsi Dana Jasmas Pemkot Surabaya, Agus Setiawan Disebut Koordinir 230 RT

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie mengatakan, dalam pekan lalu, penyidik Kejari Tanjung Perak telah memanggil sekitar 100 ketua RT/RW.

Lingga mengungkapkan, pemanggilan itu untuk memintai keterangan ratusan ketua RT/RW sebagai saksi.

"Yang dulu pernah kami periksa sekarang kami periksa lagi. Dalam sehari yang kami periksa mulai 20 hingga 25 orang ketua RT/RW," kata Lingga kepada TribunJatim.com, Senin (17/12/2018).

Sayangnya, Lingga tak menjelaskan secara detail apakah pemeriksaan saksi tersebut terkait rencana penetapan tersangka baru atau tidak.

Tersangka Dugaan Korupsi Jasmas Surabaya Ditetapkan, Kajari: Sudah Ditahan di Kejati Jatim

Dalam pemberitaan sebelumnya, Agus Setiawan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga telah mengkoordinasi 230 ketua RT di Surabaya.

Agus diduga mengkoordinir ratusan RT/RW itu agar menggunakan dana hibah Jasmas 2016 dengan cara membeli alat untuk keperluan hajatan kepadanya.

Alat hajatannya pun beragam, mulai kursi, sound sistem, sampai tenda.

Dari pembelian itu, Agus melebihkan harga pembelian peralatan hajatan hingga Rp 4,9 miliar.

Kejari Tanjung Perak Sebut Telah Kantongi Nama Pihak yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Jasmas

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved