Kejari Tanjung Perak Belum Tetapkan Tersangka Baru Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016

Pendalaman kasus dugaan korupsi dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016 masih berlangsung.

Kejari Tanjung Perak Belum Tetapkan Tersangka Baru Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pendalaman kasus dugaan korupsi dana hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2016 masih berlangsung.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak juga telah memanggil ratusan ketua RT/RW untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Namun, tersangka baru untuk kasus ini belum ditetapkan.

Sebelumnya, Kejari telah menetapkan tersangka terkait kasus ini, yaitu Agus Setiawan Jong.

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie membenarkan hal ini saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Senin (17/12/2018) siang.

Selain ratusan Ketua RT/RW, Lingga menuturkan, pihaknya juga memeriksa pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Untuk Pemkot Surabaya sudah (dipanggil dan diperiksa). Kalau DPRD Kota Surabaya masih belum," terang Lingga, Senin (17/12/2018).

Kasus Korupsi Dana Hibah Jasmas 2016, Kejari Tanjung Perak Telah Periksa Ratusan Ketua RT/RW

Namun, Lingga tak menjelaskan secara gamblang saat disinggung apakah pihaknya akan kembali memanggil sembilan PNS Pemkot Surabaya beserta enam anggota DPRD Surabaya itu.

"Belum, ya lihat saja nanti," sambungnya.

Lingga menambahkan, para ketua RT/RW yang diperiksa sebagai saksi dianggap mengetahui secara langsung modus tersangka mengorupsi dana Jasmas 2016 itu.

Jadi Tersangka Korupsi Dana Jasmas Pemkot Surabaya, Agus Setiawan Disebut Koordinir 230 RT

Dalam pemberitaan sebelumnya, Agus Setiawan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga telah mengkoordinasi 230 ketua RT di Surabaya.

Agus diduga mengkoordinir ratusan RT/RW itu agar menggunakan dana hibah Jasmas 2016 dengan cara membeli alat untuk keperluan hajatan kepadanya.

Alat hajatannya pun beragam, mulai kursi, sound sistem, sampai tenda.

Dari pembelian itu, Agus melebihkan harga pembelian peralatan hajatan hingga Rp 4,9 miliar.

Tersangka Dugaan Korupsi Jasmas Surabaya Ditetapkan, Kajari: Sudah Ditahan di Kejati Jatim

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved