Korban Penipuan Oleh BIN Gadungan di Lamongan Makin Bertambah, Korban Setor Uang Ratusan Juta

Masqur TNI Gadungan asal Surabaya ini telah mendekam di sel tahanan Polres Lamongan setelah diciduk Pasi Intel Kodim 0812/Lamongan, Lettu. CPL Musrokh

Korban Penipuan Oleh BIN Gadungan di Lamongan Makin Bertambah, Korban Setor Uang Ratusan Juta
Surya/hanif manshuri
Tersangka dan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan TNI Kodim 0812 Lamongan, Jumat (14/12/2018) 

 TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Korban penipuan yang dilakukan TNI Gadungan yang mengaku anggotan BIN, Masqur Slamet Nur Riyanto (35) asal Setro Baru Utara Desa Setro Kecamatan Tambak Sari Surabaya ternyata sangat banyak.

Masqur TNI Gadungan asal Surabaya ini telah mendekam di sel tahanan Polres Lamongan setelah diciduk Pasi Intel Kodim 0812/Lamongan, Lettu. CPL Musrokhim dan diserahkan ke Polres Lamongan, Jumat (14/12/2018) dini hari.

Hasil pengembangan penyelidikan menunjukkan, tersangka tidak hanya berhasil memperdayai korbannya, Toni Fauzunafi S. Kep. Ners warga Desa Bluru Kecamatan Solokuro dan mengeruk uang sebesar Rp 98 juta yang terinci untuk bisnis bersama dan biaya memindahkan istri korban sebagai PNS dari Tuban ke Lamongan.

Ternyata, tersangka juga menipu dua korban lainnya, yang dijanjikan masuk CPNS asal dengan membayar uang pelicin.

Satu korban yang percaya dengan penampilan dan mosus tersangka yakni Aturrohman, warga Desa Payaman Kecamatan Solokuro.

"Korban tertipu Rp 52 juta yang katanya uang itu untuk biaya pengurusan CPNS," kata Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat, saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Senin (17/12/2018) siang.

Anggota BIN Gadungan Asal Surabaya Dibekuk Kodim Lamongan, Raup Uang Ratusan Juta Hasil Menipu

Demi Rp 50 Ribu, Pria Asal Sidoarjo Ikut Antar Temannya Edarkan Sabu dari Jaringan Lapas Banyuwangi

Update Kasus Endorse Kosmetik Ilegal, Kapolda Jatim: Selevel Artis yang Terkenal Seharusnya Paham

Transaksi itu terjadi pada Maret 2018. Pada korban, dijanjikan masuk CPNS di Provinsi Jatim.
Persyaratan administrasi sudah dilengkapi. Tapi sampai detik ini semua itu tidak terbukti.

Sedang korban ketiga adalah Rifatul Ummah. Sama moduanya, tersangka sanggup memasukkab korban sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan pada korban ketiga ini, tersangka mematok uang pelicin lebih besar lagi yakni, sebesar Rp. 152, 7 juta.

"Karena dasarnya penipu, semua yang dijanjikan pada korbannya tidak satupun terwujud," kata Norman kepada TribunJatim.com.

Penyidik masih mengembangkan penyelidikan, barangkali ada kemungkinan ada orang lain yang jadi korban anggota BIN gadungan ini.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved