Pasutri Asal Surabaya ini Palsukan Identitas Untuk Ajukan Kredit HP Android Raup Untung Rp 200 Juta

Anggota Subdit V Siber, Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur membongkar kejahatan penipuan kredit online berkedok pemalsuan dokumen.

Pasutri Asal Surabaya ini Palsukan Identitas Untuk Ajukan Kredit HP Android Raup Untung Rp 200 Juta
Surya/Mohammad Romadoni
Kasubdit Siber, Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi membeberkan barang bukti kejahatan penipuan berkedok pemalsuan dokumen itentitas untuk jual beli online 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota Subdit V Siber, Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur membongkar kejahatan penipuan kredit online berkedok pemalsuan dokumen.

Pelaku penipuan itu ternyata pasangan suami istri (Pasutri) bernama Dicky Widyanarko (34) warga Kedung Baruk Surabaya,  bersama istrinya tinggal di Perum Batumas Griya Mukti Blok D5, Beji Kabupaten Pasuruan.

Kasubdit Siber, Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi menjelaskan pelaku menipu korbannya di situs jual beli online memakai dokumen identitas asli tapi palsu.

Modus kejahatan pelaku yang bekerja sebagai Broker motor itu memanfaatkan data nasabah untuk mengajukan kredit Hanphone di situs online.

"Pelaku beraksi 10 bulan meraup keuntungan hingga Rp 200 juta," ujarnya di Mapolda Jatim, Senin (17/12/2018).

Harissandi mengatakan selama itulah pelaku memakai identitas kartu mulai dari Kartu Keluarga, KTP dan SIM hingga kartu NPWP sebagai syarat administrasi kredit Handphone di situs online Bli bli.com. Pelaku mengubah foto di dalam identitas milik nasabah memakai fotonya memakai aplikasi software editing digital Picsay, Picsay Pro dan PicsArt.

Pengajuam kredit fiktif dilakukan pelaku sekitar 60 kali. Dari pengajuan kredit itu ditolak 18 kali. Pelaku juga membeli pakaian bermerek memakai identitas palsu.

Setelah kredit disetujui pelaku membayar uang muka Handphone di toko modern senilai Rp 800 ribu hingga Rp 900.

"Pelaku berswafoto sebagai syarat administrasi kredit sesuai identitas foto yang dipalsukannya," ungkapnya.

Ditambahkannya, pelaku tidak membayar ansuran tagihan kredit Handphone. Supaya tidak mudah terlacak pelaku menjual Handphone hasil penipuan ke situs jual beli online OLX.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved