Bulog Pastikan Cadangan Beras di Kota Malang Aman hingga Agustus 2019

Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Malang mengatakan, cadangan beras untuk Kota Malang aman hingga bulan Agustus 2019.

Bulog Pastikan Cadangan Beras di Kota Malang Aman hingga Agustus 2019
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Wali Kota Malang, Sutiaji, saat sidak ke Gudang Bulog Sub Divre Malang, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Malang mengatakan, cadangan beras untuk Kota Malang aman hingga bulan Agustus 2019.

Saat ini, cadangan beras yang ada di seluruh gudang milik Bulog Sub Divre Malang mencapai 26.000 ton.

"Cadangan beras kita aman sampai Agustus 2019," tutur Waka Bulog Sub Divre Malang, Hafizhsyah, Selasa (18/12/2018).

Jelang Natal dan Tahun Baru, Sejumlah Kebutuhan Pokok di Kota Malang Naik, Sutiaji Sebut Masih Wajar

Sarasehan Persiapan Natal dan Tahun Baru, Pakde Karwo Tekankan Budaya Silaturahmi dan Musyawarah

Ia mengatakan, setiap harinya, Bulog Sub Divre Malang melaksanakan operasi pasar dan menyalurkan 7,5 hingga 10 ton beras setiap hari di wilayah Malang Raya,

"Kalau untuk di Kota Malang saja sebanyak 5 ton per hari," ucapnya.

Hafizhsyah mengatakan, tahun ini realisasi serapan gabah Bulog Sub Divre Malang hanya 40 persen dari target.

Ini Sederet Syarat Jadi Pelatih Arema FC Musim 2019, Satu di Antaranya Mengerti Karakter Singo Edan

Musim Libur Natal dan Tahun Baru, Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji di Kota Malang 10 Persen

Per Desember, serapan gabah yang dilakukan Bulog Sub Divre Malang hanya 18 ribu ton dari target 42 ribu ton.

"Iya nggak sampai 50 persen dari target," katanya.

Wali Kota Malang, Sutiaji, yang meninjau langsung cadangan beras Bulog menyebut, kualitas beras masih cukup baik.

Beras paling lama, adalah beras hasil serapan pada bulan April 2018 lalu.

Sebelum Dikontrak, Calon Pelatih Arema FC Harus Jalani Trial di Piala Indonesia dan Piala Presiden

Jalibar Kota Batu Mulai Ditata, Ada Penghijauan sampai Penataan PKL

"Tadi saya cek sendiri masih cukup baik. Ada kutu 1 sampai 2, tapi keseluruhan masih baik," katanya.

Dari pantauan TribunJatim.com di lapangan, ditemukan pula beras impor dari Pakistan dan India.

Menurut Hafizhsyah, beras tersebut hanya transit saja di Sub Divre Malang.

"Kami tidak salurkan di Jatim, jadi itu hanya transit saja. Biasanya kita salurkan di wilayah luar Jawa," pungkasnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved