Liburan Gratis ke Mini Agrowisata Pagesangan Surabaya

Spot wisata itu ada di Mini Agrowisata di Jalan Pagesangan 2 No 56 Kota Surabaya. Mini agrowisata ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Fatimatuz zahroh)
AgrowisataJalan pagesangan Surabaya. Greenhouse tanaman toga di Mini Agrowisata Pagesangan, Selasa (18/12/2018). Fatimatuz zahroh/surya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Liburan Natal dan Tahun Baru tak perlu keluar Kota Surabaya. Ada banyak spot wisata yang layak dijajal untuk mengisi liburan murah meriah namun edukatif. Bahkan bisa juga membawa pulang aneka produk pertanian dan peternakan.

Spot wisata itu ada di Mini Agrowisata di Jalan Pagesangan 2 No 56 Kota Surabaya. Mini agrowisata ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB dan gratis biaya masuk.

Lokasi wisata edukasi pertanian ini ada di bagian belakangan kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Petanian (DKPP) Surabaya.

Masyarakat yang ingin berkunjung cukup masuk ke dalam komplek gedung DKPP dan memasuki kawasan mini agrowisata yang rindang di bagian belakang.

Aneka tanaman buah, sayuran langsung menyambut wisatawan yang datang. Ada aneka tanaman jeruk, jambu, ada juga tanaman labu Tiongkok. Dan juga ada banyak teknik budidaya tanaman yang dikenalkan.

Di bagian depan mini agrowisata juga terdapat petak-petak kolam ikan khusus disediakan bagi wisatawan yang ingin diterapi ikan.

Kepala DKPP Kota Surabaya Djoestamadji mengatakan dengan lokasi Mini Agrowisata ini sudah dibangun sejak tiga tahun yang lalu. Namun saat ini sudah mulai banyak didatangi masyarakat umum.

"Kita sudah tiga tahun ini kenalkan ke masyarakat bahwa ada banyak jenis cara menanam pertanian. Di sini kita tunjukkan ke masyarakat ada jenis budidaya tanaman di perkotaan, mulai pot, hidroponik horizontal maupun vertikal," kata Djoestamadji kepada TribunJatim.com.

Kampung Wisata Nirwana Boclent Blitar, Gang Sempit yang Dulu Kumuh Disulap Jadi Tempat Wisata

Jelang Natal 2018, Penjualan Pohon Cemara di Kota Batu Menurun Dibanding 2017, ini Curhatan Pedagang

BREAKING NEWS: Jose Mourinho Didepak dari Manchester United

 

Ada sejumlah greenhouse yang ada di mini agrowisata ini. Satu diantaranya adalah greenhouse tanaman sayuran yang dikembangkan dengan metode hidroponik. Ada sawi dan juga selada.

Sedangkan satu green house yang lain adalah pengembangan tanaman khusus toga atau tanaman obat. Di greenhouse tanaman toga ini terdapat 33 jenis tanaman obat yang ditanam organik.

Ada tanaman Gondoroso yang bisa mengobati penyakit demam, tanaman sambang darah yang bisa digunakan untuk mengobati diabeters, serta ada tanaman daun gingseng, dandang, gendis, nguliko dan banyak lagi.

"Di sini tidak ada yang dijual. Kalau ada yang mau silahkan diambil untuk ditanam lagi di rumah, sengaja kita budidayakan juga agar bisa mengajak masyarakat menanam tanaman obat di rumahnya masing-masing," kata Djoestamadji kepada TribunJatim.com.

Tidak hanya itu, di Mini Agrowisata seluas 8000 hektar, wisatawan juga diajak untuk belajar soal perikanan dan peternakan. Ada banyak hewan yang dibudidayakan di sini. Akan ikan nila, ikan lele yang bisa dipancing atau dimintai bibitnya oleh wisatawan. Selain itu juga ada budidaya ayam petelor dan juga kambing etawa, serta kelinci.

"Kalau untuk perorangan ya kalau ada kita juga berikan langsung. Kalau untuk kambing, kita juga tidak menjual, namun kalau ada kelompok tani yang membutuhkan kita bisa memberikan." tegasnya.

Di spot wisata edukasi ini juga ada sarama hiburan untuk anak-anak. Ada area outbond untuk anak-anak bermain dan juga ada saung tempat bercengkrama serta spot foto.

Dikatalan Djoestamadji, wisata ini memang untuk hiburan edukatif untuk masyarakat Surabaya. Antusiasme warga untuk datang berkunjung cukup besar. Apalagi jika liburan bisa sampai seratus pengunjung setiap harinya.

"Yang kini masih favorit adalah terapi ikan. Itu banyak sekali peminatnya. Serta banyak juga yang tertarik untuk budidaya jamur," tegasnya.

Di sisi lain Koordinator Mini Agrowisata Teguh Riyanto mengatakan masyarakat yang datang ke sini juga tertarik untuk menilik budidaya ayam petelor di sana. Ada sebanyak seratus ekor ayam petelor yang setiap hari bertelur.

Dikatakan Teguh, masyarakat banyak yang belajar bagaimana agar ternak ayam petelor bisa berhasil dan menghasilkan.

"Kami ajarkan ke masyarakat, kalau ada ya kita bagikan juga telurnya tidak boleh beli," katanya. (Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved