BPS: Jumlah Pengangguran di Lamongan Berkurang 6 Ribuan Orang, Lulusan SMK Masih Mendominasi

Kepala BPS Kabupaten Lamongan, Sri Kadarwati mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tahun 2018 ini menurun.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ani Susanti
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
BPS saat menggelar FGD dengan Bupati Lamongan, Fadeli, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan menyampaikan ke publik terkait ketenagakerjaan di Lamongan, Jawa Timur.

Kepala BPS Kabupaten Lamongan, Sri Kadarwati mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di tahun 2018 ini menurun.

"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2018 ini turun sebesar 0,95 persen. Dalam persentasenya dari 4,12 persen menjadi 3,17 persen dibanding Agustus 2017," ujar Sri Kadarwati, Rabu (19/12/2018).

"Jumlah pengangguran pada tahun 2018 berkurang sekitar 6,15 ribu orang dibanding tahun 2017 lalu," tambahnya.

Banyak KTP Cabutan dan Rusak, Disdukcapil Lamongan Musnahkan Puluhan Ribu e-KTP

Untuk jumlah penduduk yang bekerja pada sembilan sektor Lapangan Usaha Utama juga mengalami kenaikan, kecuali pada sektor pertanian, sektor industri, sektor konstruksi, dan sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi.

Menurutnya, sebagian besar pekerja pendidikannya masih rendah, yakni SD ke bawah berjumlah 245,43 ribu orang (39,93 persen).

Sedangkan pekerja dengan pendidikan tinggi Diploma ke atas hanya sekitar 60,90 ribu orang (9,91 persen).

Lalu pengangguran dengan pendidikan Diploma I/II/III dengan TPT sebesar 14,23 persen dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan TPT sebesar 9,96 persen.

Sedang yang terendah adalah penganggur dengan pendidikan SMP yaitu sebesar 1,13 persen.

Jalani Pembekalan, Ratusan Siswa MAN 1 Lamongan Studi ke UNNES dan Coca Cola

Sri menuturkan, untuk komposisi pengangguran didominasi oleh lulusan SMK, Diploma, dan Universitas.

"Sama dengan tahun 2017 lalu, jumlah penganggur lulusan SMK paling besar," ungkapnya.

Sri Kadarwati memaparkan, naiknya jumlah penganggur lulusan SMK, Diploma, dan Univeristas memberikan tanda menurunnya kesesuaian (match) antara keahlian lulusan terhadap kebutuhan di pasar kerja.

Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah penganggur lulusan SMA mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 8,22 persen pada tahun 2017, menjadi 4,25 persen pada tahun 2018.

TNI Gadungan Asal Surabaya Tipu Warga Lamongan, Belajar Kepangkatan Militer dari Internet

Jika ditinjau menurut jenis kelamin, jumlah pengangguran laki-laki selalu lebih kecil dari penganggur perempuan baik untuk tahun 2017 dan 2018.

Sri Kadarwati juga memastikan di akhir tahun 2018 ini, ada 3 output BPS yang sudah disampaikan kepada bupati dan jajarannya. 

Tiga output itu yaitu, angka kemiskinan makro, angka tingkat pengangguran terbuka, serta hasil penghitungan produksi beras dengan metode terbaru kerangka sampel area.(TribunJatim.com/Hanif Manshuri)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved