Buruh SPKEP SPSI Deklarasi Setia NKRI di Sidoarjo, Tolak Intoleransi dan Radikalisme

Para buruh yang tergabung dalam SPKEP SPSI menggelar deklarasi setia NKRI di Sidoarjo, Rabu (19/12/2018).

Buruh SPKEP SPSI Deklarasi Setia NKRI di Sidoarjo, Tolak Intoleransi dan Radikalisme
SURYA/M TAUFIK
Para buruh yang tergabung dalam SPKEP SPSI saat menggelar deklarasi setia terhadap NKRI, Pancasila, dan UUD 45 di Sidoarjo, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar deklarasi setia NKRI di Sidoarjo, Rabu (19/12/2018).

Dalam deklarasinya, mereka menyatakan tetap akan setia dengan NKRI, Pancasila dan UUD 1945, serta menolak intoleransi dan radikalisme serta paham khilafah.

"Negara ini dibentuk oleh para pendirinya melalui perjuangan panjang, dengan darah dan keringat. Dalam memutuskan dasar dan ventuk negara juga sudah ditimbang dengan sangat matang," ujar Soekarji, Ketua Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur SPKEP SPSI.

Wakil Kepala Stasiun Waru Sidoarjo Jamin Tak Ada Lagi Calo Tiket dan Penumpang Gelap Kereta Api

Dengan alasan itu dan berbagai alasan lain, merekapun menyatakan tetap akan setia dengan NKRI dan menolak segala bentuk intoleransi serta radikalisme.

"Kami siap menjaga kebinekaan. Siap menerima perbedaan sebagai anugerah bagi bangsa ini. Dan kami juga menolak khilafah atau paham-paham lain yang tidak sesuai dengan Pancasila," sambung Soekarji.

Deklarasi itupun mendapat apresiasi dari Polri.

Menurut Kabag Produk Baintelkam Polri, Kombes Pol Marjuki, tekad dan semangat untuk setia terhadap NKRI serta menolak intoleransi dan radikalisme itu merupakan bentuk ketahanan masyarakat yang luar biasa.

"Kami sangat mengapresiasi. Dengan ketahanan masyarakat yang kuat, negara ini juga akan sangat kuat. Utamanya dalam menghadapi upaya-upaya mengubah ideologi bangsa," kata Marjuki.

VIDEO: Kondisi Terkini Jalan Gubeng Surabaya Pasca Ambles & Kunjungan Soekarwo hingga Kapolda Jatim

Menurutnya, dengan ketahanan masyarakat yang kuat, negara ini juga tidak mudah dipecah-belah.

"NKRI sudah final. Tidak boleh lagi ada ideologi lain atau apapun yang bisa mengubahnya," tegas perwira yang pernah menjabat sebagai Kapolres Sidoarjo tersebut.

Diakuinya, selama ini ada pihak-pihak yang berusaha mengubah ideologi bangsa.

Upaya itu disebutnya sudah masif dan menyasar berbagai kalangan.

Termasuk kalangan buruh, akademisi, kampus, pelajar, santri, petani, pedagang, dan sebagainya.

"Ketahanan masyarakat lah yang paling kuat untuk membendung dan menolak upaya-upaya itu. Termasuk menolak faham-faham baru yang berpotensi menganggu keutuhan NKRI," tandasnya.(ufi)

Jalan Gubeng Ambles, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Tim Ahli ITS Tinjau Lokasi

Penulis: M Taufik
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved