Cabut Banding, Kepala Desa Sampangagung Mojokerto Langsung Masuk Sel

Kepala Desa Sampangagung, Kbupaten Mojokerto, Suhartono akhirnya masuk bui hari ini, Rabu (19/12). Hal ini menyusul setelah Suhartono mencabut upaya

Cabut Banding, Kepala Desa Sampangagung Mojokerto  Langsung Masuk Sel
danendra/surya
Selfi dengan Cawapres Nomor Urut Dua, Kades Sampangagung Kabupaten Mojokerto Suhartono saat sidang. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kepala Desa Sampangagung, Kabupaten Mojokerto, Suhartono akhirnya masuk bui hari ini, Rabu (19/12). Hal ini menyusul setelah Suhartono mencabut upaya hukum bandingnya, Senin (17/12). Dia ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto.

Ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Suhartono mengungkapkan alasan mencabut upaya hukum bandingnya.

"Saya hanya konsekuen saja. saya gak mau bertele-tele. Intinya saya bertanggung jawab gitu aja," katanya Rabu (19/12).

Walaupun telah menjadi terpidana, dia tetap konsisten terhadap pilihannya. Dia tetap kekeh memilih Prabowo-Sandi.

"Prabowo-Sandi," cetusnya.

Sebelumnya, Hakim Ketua Hendra Hutabarat memvonis Suhartono 2 bulan penjara dan denda Rp 6 juta subsider 1 bulan. Sebab, Kades yang akrab disapa Nono ini terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

"Saya sudah membayar denda," singkatnya kepada TribunJatim.com.

Ramalan Zodiak Kamis 20 Desember 2018: Pisces Lagi Dilema, Virgo Beruntung, Aries Fokus ke Tugas

Jalan Gubeng Surabaya Ambles, RS Siloam Akui Hanya Sebagai Penyewa Bangunan

Pria Muntilan dan Istri Bulenya Akan Hadir di Brownis Trans TV, Simak Tanggal dan Jam Tayangnya!

Namun, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono mengatakan belum mendapat informasi terkait pembayaran denda itu.

"Kalaupun sudah membayar harusnya langsung diinformasikan ke kami. sehingga pada saat dibawa ke rutan, kami akan sampaikan bahwa terpidana telah membayar. Jika sudah membayar denda, terpidana akan menjalankan pidana selama 2 bulan sesuai dengan putusan," paparnya.

Rudy menjelaskan, saat Suhartono mengajukan upaya hukum banding pada Jumat (14/12) pihaknya juga melakukan hal yang sama. Namun berjalannya waktu, tepatnya Senin (17/12) Nono mencabut upaya hukum banding itu.

"Nyatanya tanggal 17 desember 2018 hari senin saya dapat informasi terdakwa mencabut upaya hukum bandingnya. akhirnya karena terdakwa mencabut, saya berpikir yasudahlah kita terima saja saya berharap putusan bisa menjadi pelajaran," jelanya.

Rudy berharap kasus yang menjerat Suhartono dapat dijadikan pelajaran bagi Kepala Desa di seluruh Indonesia. Di tahun politik, khususnya saat masa kampanye kepala desa harus bersikap netral.

"Putusan yg dijatuhi majelis hakim bisa memberikan pelajaram bagi semua kepala desa tak hanya di Jawa Timur tapi seluruh Indonesia supaya bersikap netral terhadap pasangan calon nomer urut 1 atau 2," pungkasnya. (Nen/TribunJatim.com)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved