Proyek Jalan di Sidoarjo Banyak Dikeluhkan Warga

Sejumlah proyek pembangunan jalan di Sidoarjo banyak dikeluhkan. Bukan protes karena jalan dibangun, tapi warga mengeluh lantaran proses pembangunanny

Proyek Jalan di Sidoarjo Banyak Dikeluhkan Warga
SURYA/M TAUFIK
Proyek pembangunan jalan beton di kawasan Sentra IKM Tanggulangin Sidoarjo, Kamis (25/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sejumlah proyek pembangunan jalan di Sidoarjo banyak dikeluhkan. Bukan protes karena jalan dibangun, tapi warga mengeluh lantaran proses pembangunannya mengakibatkan macet, berdebu dan becek saat hujan.

Seperti di Jalan Raya Sukodono yang sedang dibangun dengan beton cor. Sudah sebulan lebih jalan di sana ditutup untuk kendaraan besar. Hanya sepeda motor yang boleh melintas.

"Itupun cuma separo jalan dipakai dua jalur. Sehingga selalu macet. Utamanya ketika pagi dan sore hari," keluh Agus, warga Sukodono.

Truk dan kendaraan besar, biasanya lewat jalur lain. Salah satunya lewat jalan Desa Jogosatru, Pembunuhan dan jalur lain. Karena memang tidak bisa melintas di Raya Sukodono.

Sementara motor dan kendaraan kecil lain yang boleh melintas, juga banyak memilih jalur alternatif untuk menghindari macet di sana.

Untuk menghindari proyek jalan ini, warga dari selatan ke Utara biasa lewat Desa Suruh dan keluar di Desa Klopo Sepuluh. Sebaliknya, dari Utara atau dari Kletek, warga bisa lewat Klopo Sepuluh dan keluar di pertigaan dekat Polsek Sukodono.

Selain Cabut Izin, Pemkot Blitar Juga Menghapus Daftar Perusahaan Karoake Maxi Brillian

Bupati Sidoarjo dan Kepala Dinas PUPR Sidak Pengerjaan Proyek Fisik, Banyak Proyek Terlambat

Tol Jomo Prediksi Peningkatan Rata-rata 5.000 Kendaraan Per Hari Selama Natal dan Tahun Baru

"Selain macet, di sana juga debu bertebaran karena ada proyek. Sementara ketika hujan, jalanan becek seperti bubur," sambung pria bertubuh tegap tersebut kepada TribunJatim.com .

Hal serupa juga dikeluhkan Andre, warga yang biasa melintas di Jalan Raya Sukodono. Dia mengaku senang mendapat kabar jalan itu dibangun. Karena sebelumnya jalan itu bergelombang.

"Jalannya dibangun dengan cor menurut saya bagus. Tapi sayang, pengerjaannya malah mengganggu lalu lintas karena jalan ditutup," tandasnya kepada TribunJatim.com.

Menurut dia dan beberapa warga lain, harusnya pengerjaan jalan tidak sampai mengganggu. Mungkin dikerjakan saat malam atau dikerjakan di luar jam sibuk.

Beberapa warga berharap, proyek itu segera rampung. Agar jalan kembali normal dan lalu lintas tidak macet terus. Utamanya ketika pagi dan sore hari.

"Sekarang ini setiap hendak kerja macet parah, pulang kerja juga macet lagi. Semoga cepat tuntas," harapnya.

Pantauan di lokasi, jalan yang dibangun dengan beton cor itu panjangnya sekitar 509 meter. Yang sedang dikerjakan adalah separo jalan sisi barat. Itupun proses pengecoran belum selesai.

Selain jalan Raya Sukodono, sejumlah ruas jalan lain di Sidoarjo juga ditutup karena ada proyek pengerjaan jalan. Seperti di Desa Kemiri, Kecamatan Buduran, Jalan Betro Sedati, jalan Raden Patah, Jalan depan Polresta Sidoarjo, dan sejumlah ruas jalan lain yang sedang digarap.(ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved