Rumah Politik Jatim

Garda Pemuda NasDem: Gusdur Tauladan Politik Kemanusiaan

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh melihat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai figur ulama yang mampu menempatkan politik sebagai

Garda Pemuda NasDem: Gusdur Tauladan Politik Kemanusiaan
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Politisi muda Partai Nasdem Prananda Surya Paloh saat menghadiri seminar kepemudaan di UINSA Surabaya, Rabu (24/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh melihat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai figur ulama yang mampu menempatkan politik sebagai sarana dalam memperjuangkan kemanusiaan.

Hal itu dikatakannya saat berkunjung ke Makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Gus Dur adalah salah satu tauladan politik di Indonesia. Beliau mengajarkan kepada kita semua bahwa yang terpenting dari politik adalah kemanusiaan. Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik bangsa seperti Gus Dur yang dengan kematangannya di bidang agama mampu mengintegrasikan nilai-nilai universal agama dan semangat nasionalisme,” kata pria yang biasa dipanggil Kakak Nanda.

Prananda mengatakan, apa yang telah diajarkan Gus Dur harus terus mengalir dalam nadi perpolitikan Indonesia.

Terutama menghadapi tahun politik, ia meminta semua pihak harus tetap menjaga kondusifitas dan menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan apapun.

Sebab akhir-akhir ini, kata dia, fenomena hoax, ujaran kebencian dan politik identitas atas nama agama seringkali menjadi alat kampanye bagi sebagian kelompok dalam meraih kekuasaan.

Anji dan 2 D Semarakkan Malam Perayaan Hari Jadi Banyuwangi

Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Pihak BNI Cabang Surabaya Akan Renovasi Sendiri

Sementara itu, Sekjen Garda Pemuda NasDem Moh. Haerul Amri menilai Gusdur adalah kiai demokratis. Sebagai ulama sekaligus negarawan, Gus Dur dengan sikap keislaman dan keindonesiaannya menunjukkan bahwa Islam harus menjadi ruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Caleg DPR RI dari Partai Nasdem Dapil Jatim II ini menambahkan, Gus Dur merupakan sosok pemimpin yang menyebutkan bahwa Islam itu agama demokrasi.

Dia menambahkan, Islam seirama dengan Pancasila. Lima dasar negara yang dirumuskan para leluhur bangsa sangat sesuai dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Dalam Islam, sila pertama merupakan perwujudan dari tauhid, sila kedua sesuai dengan konsep Islam yaitu kemanusiaan, sila ketiga adalah pentingnya menanamkan ukhuwah, sila keempat menjunjung musyawarah _“Amruhum syuro bainahum”_, dan sila kelima prinsip keadilan (Ta’addul).

"Banyak yang bisa ditauladani dari Gus Dur. Dia sosok panutan," tutup pemuda yang juga menjabat sebagai Waketum PP. GP. Ansor tersebut. (lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved