Natal dan Tahun Baru

350 Warga Tukarkan Sampah dengan Tiket Suroboyo Bus Sehari, Masih Banyak yang Belum tahu Syaratnya

Keberadaan Suroboyo Bus Tumpuk sukses menarik minat masyarakat untuk tetap habiskan liburan Natal dan Tahun Baru di Surabaya.

TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Friska (kaus putih) saat layani warga yang menukarkan sampah dengan tiket SBT di Kantor Bank Sampah Terminal Purabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keberadaan Suroboyo Bus Tumpuk sukses menarik minat masyarakat untuk tetap habiskan liburan Natal dan Tahun Baru di Surabaya.

Buktinya, ratusan orang rela menganter sejak siang hingga sore di Terminal Purabaya di Bungurasih Sidoarjo demi bisa menikmati sensasi keliling surabaya naik tingkat atas bus.

Efeknya, selain sejumlah orang tidak kebagian tempat duduk, petugas Suroboyo Bus Tumpuk pun ikut kewalahan melayani para calon penumpang.

Ada 3 masalah yang diakui membuat para petugas kewalahan.

(Di Bawah Pengaruh Alkohol, 3 Pria Curi Tiga Helm di Jalan Simorejo Surabaya)

(Ratusan Orang Antre Demi Naik Suroboyo Bus Tumpuk, Pria Asal Madiun Rela Datang Lagi Besok)

Pertama, banyak warga yang menukarkan sampah dengan tiket, namun tanpa membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Itu sangat menyulitkan kami. Kadang anak dibawah umur datang tanpa membawa KTP atau kartu pelajar," kata Edo (27) Petugas Penukaran Sampah pada TribunJatim.com, Minggu (23/12/2018).

Kedua, sampah botol plastik yang dibawa tidak sesuai aturan. Edo menyebut masih saja ada warga yang datang menukarkan sampah secara asal-asalan.

Untuk mendapatkan tiket gratis naik Suroboyo Bus, kamu harus membawa plastik bekas yang memenuhi satu di antara beberapa syarat berikut.

- 3 botol plastik berukuran 1,5 liter

-  5 botol plastik berukuran 600 mili liter

- 10 botol plastik kurang dari 600 mili liter 

(Mengenal Gonzales, Gajah Pertama yang Lahir di Kebun Binatang Surabaya)

(Ratusan Orang Antre Demi Naik Suroboyo Bus Tumpuk, Pria Asal Madiun Rela Datang Lagi Besok)

"Kalau sudah sesuai baru, kami tukarkan dengan satu buah tiket," terangnya.

Adapula masalah lain yang dirasakan Edo dan rekan-rekannya, yakni masih banyak orang yang menukarkan sampah membawa KTP milik orang lain.

"Padahal identitasnya, seperti wajah, harus sama dengan orang yang setor sampah," lanjut Edo.

Edo mengaku, dalam sehari 350 orang bisa menukarkan sampah demi satu tiket menumpang Suroboyo Bus Tumpuk.

(Hadiri Pengajian di Surabaya, Hayono Isman Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan dan Silaturahmi)

(Total Oil Indonesia Gelar Nongkrong Bareng Total, Ada Latihan Balap hingga Kontes Modifikasi Motor)

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved