Menilik Sejarah Gunung Krakatau, Letusan 27 Agustus 1883 Setara dengan 30 Ribu Bom Hiroshima

Sejarah dan kilas balik Gunung Krakatau, letusan 27 Agustus 1883 setara dengan 30 Ribu Bom Hiroshima, tewaskan 36.417 Jiwa.

Menilik Sejarah Gunung Krakatau, Letusan 27 Agustus 1883 Setara dengan 30 Ribu Bom Hiroshima
Twitter/Sutopo_PN via Tribunnews.com
Ilustrasi - Penampakan erupsi gunung anak Krakatau dari udara yang diambil pada Minggu (23/12/2018). 

Sejarah dan kilas balik Gunung Krakatau, letusan 27 Agustus 1883 setara dengan 30 Ribu Bom Hiroshima, tewaskan 36.417 Jiwa.

TRIBUNJATIM.COM - Peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau disebut-sebut satu pemicu tsunami Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12/2018).

BMKG menyebut aktifitas Gunung Anak Krakatau pada saat itu bersamaan dengan cuaca di perairan Selat Sunda yang sedang meningkat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo dalam press release menyebutkan bahwa Tsunami di Banten dan Lampung tersebut akibat dari gempa bumi, melainkan adanya aktivitas tektonik.

Kronologi Tsunami Banten Versi BMKG, Anak Gunung Krakatau Terdeteksi Erupsi Sejak 21 Desember 2018

Selain itu, pada saat yang bersamaan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama.

Sehingga, terdapat kombinasi fenomena alam, yakni tsunami dan gelombang pasang.

Sejarah Gunung Krakatau

Dilansir dari Wikipedia, Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam.

Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia.

Halaman
1234
Editor: Pipin Tri Anjani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved