Natal dan Tahun Baru

Polrestabes Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2018 Aman, Pengamanan Gereja Diperketat

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan memastikan pengamanan gereja selama perayaan Natal 2018 berlangsung kondusif.

Polrestabes Surabaya Pastikan Perayaan Natal 2018 Aman, Pengamanan Gereja Diperketat
ISTIMEWA
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat memantau satu gereja di Kota Pahlawan. 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan memastikan pengamanan gereja selama perayaan Natal 2018 berlangsung kondusif.

Hal tersebut dipastikan setelah pihaknya meninjau langsung pengamanan sterilisasi gereja yang dinilai cukup besar dengan jemaat lebih banyak.

Tak hanya gereja berskala besar, sterilisasi juga dilakukan di gereja-gereja yang pernah menjadi lokasi teror bom beberapa waktu lalu.

Perayaan Natal di Gereja Santa Maria Tak Bercela: Dulu Dibom Kebencian, Kini Membalas dengan Kasih

Selain itu, pihaknya juga meninjau langsung pelaksanaan Misa Natal.

Dalam kesempatan itu, Rudi berkeliling ke Gereja Katredal, Gereja Santa Maria Perawan, Gereja Mawar Saron, Gereja Bethany dan lain-lain.

"Kami menyampaikan situasi kamtibmas sejak kemarin siang. Tadi malam Misa berlangsung aman, tertib dan kondusif. Saat ini kami juga mengunjungi beberapa gereja. Semua masyarakat, semua jemaat dapat beribadah dengan tenang dan cukup meriah," Kata Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (25/12/2018).

Bareng Forkopimda Jatim, Soekarwo Tinjau Misa Natal di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya

Pasca teror bom di Surabaya yang terjadi Mei lalu, pihaknya terus meningkatkan keamanan dengan beberapa strategi.

Di antaranya, kata Rudi, pengamanan gereja menggunakan tiket gelang untuk menyeleksi orang-orang yang masuk ke dalam gereja sesuai daftar jemaat di Gereja Mawar Sharon ITC Surabaya.

Ada pula pengamanan dari polisi di gereja lokasi teror bom Surabaya, yakni Gereja Santa Maria, dengan memberlakukan pengamanan satu pintu dan jarak parkir kendaraan.

"Ini belajar dari evaluasi tahun lalu, kami berupaya lebih meningkatkan. Pasca bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela , kami menemukan pintu terlalu banyak sehingga petugas keamanan berpencar tidak fokus satu titik. Saat ini kami terapkan satu pintu dan juga penjagaan lebih ke depan," jelas Rudi.

Video 3 Personel Tinggalkan Ifan Seventeen Bernyanyi Sendiri, Tepat Lirik: Waktu Menghentikan Semua

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved