Natal dan Tahun Baru

Tahun Baru Kurang Sepekan, Terompet Belum Laku, Pria Lamongan Tak Kapok Jualan Terompet di Surabaya

Namun tidak bagi Suwandi, pengrajin sekaligus penjual terompet tiup asal Sidodadi, Lamongan. Tahun 2018 justru menjadi tahun kedua baginya merugi

Tahun Baru Kurang Sepekan, Terompet Belum Laku, Pria Lamongan Tak Kapok Jualan Terompet di Surabaya
Tribunjatim/Luhur Pambudi
Suwandi dan tumpukan terompet di lapak kecilnya emperan ruko Jalan Kapasan Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kurang sepekan lagi memasuki tahun baru Masehi 2019.

Semua orang tampak bergembira mempersiapkan pernak-pernik perayaan,  termasuk membeli petasan atupun terompet.

Seharusnya perayaan tahunan ini menjadi momen para penjual terompet meraup untung.

Namun tidak bagi Suwandi (55), pengrajin sekaligus penjual terompet tiup asal Sidodadi, Lamongan.

Tahun 2018 justru menjadi tahun kedua baginya merugi berjualan terompet tiup.

"Sedih mas? Sepi sekali, belum ada pembeli sampai sekarang," katanya saat ditemui TribunJatim.com di depan emperan ruko no 124, Jalan Kapasan, Senin (24/12/2018).

Beberapa tahun lalu, Suwandi mengaku, bisa menjual 10 ribu terompet. Dan bisa kantongi sedikitnya Rp 20 Juta.

Inilah Daftar Para Pelanggan Terompet Suwandi, Dari Gubernur Jatim Hingga Diskotek di Surabaya

Namun tidak ditahun ini, stok terompet sebanyak 3 ribu yang disiapkannya, baru laku 900 terompet.

"3000 stok yang saya siapkan aja belum habis," katanya.

Halaman
123
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved