BNN Kabupaten Malang Gelar Operasi Yustisi di Tempat Kos-Penginapan, 1 Wanita Terbukti Pakai Narkoba

Sejumlah tempat kos dan penginapan di Kepanjen, Kabupaten Malang menjadi sasaran petugas gabungan dalam Operasi Yustisi, Rabu (26/12/2018).

BNN Kabupaten Malang Gelar Operasi Yustisi di Tempat Kos-Penginapan, 1 Wanita Terbukti Pakai Narkoba
ISTIMEWA
BNN Kabupaten Malang: Petugas gabungan saat melakukan operasi yustisi di sejumlah kos dan penginapan di Kepanjen, Rabu (26/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejumlah tempat kos dan penginapan di Kepanjen, Kabupaten Malang menjadi sasaran petugas gabungan dalam Operasi Yustisi, Rabu (26/12/2018).

Petugas gabungan yang terdiri dari BNN Kabupaten Malang, Satreskoba Polres Malang, Satpol PP dan Kodim 0818, melakukan operasi dengan tujuan mengantisipasi penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, petugas merazia obat-obatan ilegal yang dikhawatirkan disalahgunakan saat malam Tahun Baru 2019.

Metode yang dilakukan petugas yakni dengan tes urine.

Sepekan Terakhir Hingga H+1 Hari Natal, 10 Kejadian Kecelakaan Terjadi di Kabupaten Malang

Terdapat tiga tempat tiga tempat kos yang jadi sasaran.

Di antaranya, kos Jalan Dahlia, Desa Cepokomulyo, Kepanjen, kos Jalan Lumajang Bangsri, Kepanjen dan kos Gang Kramat, Bangsri Kepanjen.

Tempat lainya adalah penginapan Bounty yang berada di Desa Ngadilangkung, Kepanjen.

Hasilnya satu orang perempuan asal Pagak, Kabupaten Malang terindikasi gunakan narkoba.

"Perempuan ini berusia 30 tahun, inisialnya SK. Dia kedapatan gunakan Metamfetamin," terang Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Malang, Mohammad Khoirul ketika ditemui di ruangannya.

Antisipasi Macet, Kapolres Malang Kota Imbau Masyarakat Tak Konvoi di Malam Tahun Baru 2019

Khorirul menjelaskan, alasan perempuan tersebut adalah karena depresi ditinggal menikah oleh pasangannya.

"Sedang kami tangani yang bersangkutan (SK). Dia broken home ditinggal nikah juga. Dia mengaku dapat barang tersebut dari temannya di Kalimantan," jelas Khoirul.

Selain itu, dalam operasi tersebut, petugas juga mendapati  1 orang diduga memperdagangkan obat-obatan farmasi  ilegal.

Serta 15 orang pasangan yang bukan suami istri dan 2 orang pasangan yang masih berusia pelajar tengah asyik berduaan di dalam kamar.

"Untuk dugaan perdagangan obat-obat farmasi tengah ditangai Polres Malang dan pasangan yang kedapatan selingkuh itu ditangani oleh Satpol PP," pungkas Khoirul. (ew)

ACT Malang Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Jember, Sembako hingga Alat Kebersihan

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved