Mulai Januari 2019, Pelanggar Lalu Lintas di Bojonegoro Bisa Dapat Sanksi Pencabutan SIM

Satlantas Polres Bojonegoro mengadakan sanksi tegas berupa pencabutan SIM bagi pengendara sepeda motor maupun pengemudi roda empat atau lebih.

Mulai Januari 2019, Pelanggar Lalu Lintas di Bojonegoro Bisa Dapat Sanksi Pencabutan SIM
SURYA/M SUDARSONO
Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto, menunjukkan aplikasi TAR, yang bisa mengetahui data pelanggar lalu lintas se-Indonesia. 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Satlantas Polres Bojonegoro mengadakan sanksi tegas berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara sepeda motor maupun pengemudi roda empat atau lebih.

Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto mengatakan, pihaknya akan memberlakukan pencabutan SIM bagi pemilik yang sudah melampaui batas pelanggaran lalu lintas. 

Adapun batas pelanggaran jika pemilik SIM sudah mencapai 18 poin, dengan bermacam pelanggaran yang dilakukan.

 "Saat ini sudah diakumulasi poinnya, Januari (2019) akan berlaku untuk diterapkan pencabutan SIM tetap pelanggar lalin," kata Aristanto, Rabu (26/12/2018).

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah Ingatkan Aparatur Sipil Negara Harus Netral saat Pemilu

Dia menjelaskan, penerapan poin tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan.

Untuk pelanggaran ringan seperti administrasi tidak bisa menunjukkan SIM, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yaitu 1 poin.

Sedangkan untuk parkir sembarangan menyebabkan kemacetan mendapat 3 poin.

Kemudian, melanggar marka, lampu merah yang bisa menyebabkan kecelakaan mendapat 5 poin.

"Ketentuan poinnya ada pada akumulasi, jika sudah mencapai 18 poin maka SIM pengendara akan dicabut tetap, pelanggar harus buat ulang jika ingin punya SIM kembali,"  ujarnya.

Pura-Pura Diajak Nikah Siri, Wanita Asal Bojonegoro ini Ditinggal Kabur Calon Suami di SPBU

Lebih lanjut dikatakan Aristanto, yang berlaku saat ini adalah pencabutan SIM sementara dengan nilai 12 poin.

Dengan nilai tersebut, pengendara maupun pengemudi harus melakukan ujian ulang, jika tidak lolos maka SIM tidak diberikan.

"Dan mulai Januari nanti sudah tidak ada pencabutan SIM sementara, langsung dikenakan sanksi cabut SIM tetap dan pengendara harus mencari SIM baru. Dan itu merupakan tindak lanjut atas pemberlakuan aplikasi Traffic Atitude Record (TAR)," tutur Aristanto. 

Adanya pencabutan SIM bagi pelanggar yang sudah memenuhi 18 poin, merupakan tindak lanjut atas pemberlakuan aplikasi Traffic Atitude Record (TAR).(nok)

Peduli Pendidikan di Wilayah Operasional, PEPC Bantu PKBM Wana Bhakti Ngasem Bojonegoro

Penulis: M Sudarsono
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved