Tidak Mau Jadi Pasar Negara Lain, Pakde Karwo Dorong Produk IKM Jatim Go Digital

Untuk menjaga eksistensi produk lokal dalam persaingan pasar internasional, Pemprov Jatim mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) bisa go digital.

Tidak Mau Jadi Pasar Negara Lain, Pakde Karwo Dorong Produk IKM Jatim Go Digital
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gubernur Jatim, Soekarwo saat menghadiri gathering dengan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) se Jatim di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya, Rabu (26/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIN.COM, SURABAYA - Untuk menjaga eksistensi produk lokal dalam persaingan pasar internasional, Pemprov Jatim mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) untuk bisa go digital dengan masuk ke marketplace.

"Kami tidak mau menjadi pasar, maka kita kerjasama dengan Bukalapak sebagai marketplace agar mau kerjasama dengan kami," kata Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo saat ditemui usai menghadiri gathering dengan pelaku Industri kecil menengah (IKM) se Jatim di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya, Rabu (26/12/2018).

Dengan masuknya marketplace, Pakde Karwo mengatakan pemasaran IKM Jatim akan semakin besar.

Namun dengan konsekuensi, produk dari IKM Jatim harus mengikuti standarisasi internasional agar bisa diekspor.

Kontribusi UMKM ke PDRB Sangat Besar, Pemprov Jatim Target 27 Ribu UMKM Masuk Marketplace Digital

Salah satu yang menjadi fokus adalah standarisasi dari produk makanan dan minuman.

"Soal taste (rasa)nya kita sesuaikan dengan selera luar negeri, lalu bisa bertahan berapa lama, ini penting karena kuliner kita itu paling dominan di pasar internasional," ucap Pakde Karwo.

Selain dengan memasukkan ke marketplace, Pakde Karwo mengatakan sebelum berkompetisi di pasar internasional, Pemprov Jatim juga mempenetrasikan produksi IKM menggunakan bahan baku dalam negeri.

Tahun Depan, Pemprov Jatim Targetkan 27.000 UMKM di Jatim Masuk Marketplace Digital

"Jangan sampai bahan bakunya impor agar tidak defisit neraca berjalan, kalau bisa bahan baku impornya diganti dengan bahan baku dari dalam negeri, kita substitusikan," ucap orang nomor satu di Jatim ini.

Salah satu bahan baku IKM yang melimpah yang ada di Jatim, menurut Pakde Karwo adalah dari sektor Agro atau hasil perkebunan dan pertanian.

"Jangan memilih bahan baku lain yang menyebabkan kita impor dan bisa-bisa kita kalah dalam pertarungan di pasar internasional, untuk itu harus kita komparasikan," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved