Jelang Penghujung Tahun 2018, Bea Cukai Juanda Ungkap Kasus Penyelundup Sabu Asal Malaysia

Pelaku yang berinisial WSP tersebut membawa methamphetamine / sabu seberat 2.840 gr," jelasnya saat Press Release di Kantor KPPBC Juanda

Jelang Penghujung Tahun 2018, Bea Cukai Juanda Ungkap Kasus Penyelundup Sabu Asal Malaysia
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pelaku Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu Asal Malaysia seberat 2,8 kg 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM. COM, SIDOARJO - Jelang penghujung akhir tahun, Bea Cukai Juanda ungkap kasus penyelundup sabu asal Malaysia.

Kepala KPPBC Juanda, Budi Harjanto mengatakan pada  tanggal 24 Desember 2018 terjadi penangkapan penyelundup sabu di Terminal 2 Kedatangan Bandara Juanda.

"Pelaku yang berinisial WSP tersebut membawa methamphetamine / sabu seberat 2.840 gr," jelasnya saat Press Release di Kantor KPPBC Juanda, Jumat (28/12/2018).

Ia mengatakan penangkapan tersebut bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak gerik pelaku.

"Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan sabu sebanyak 6 bungkus yang disimpan dalan wadah makanan Milo dan Pringless. Di wadah Milo tersimpan sabu seberat 1,7 kg dan sisanya ditaruh di 5 wadah Pringless," jelasnya.

Dua Pengedar Sabu dari Pamekasan Ini Mau Jual Untuk Tahun Baru, Ditangkap Bawa Sabu Dibungkus Koran

Ia mengatakan pelaku sendiri menaiki Pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ - 321 dengan rute Kuala Lumpur - Surabaya.

Dan pelaku sendiri rencananya akan dijanjikan uang sebesar 3000 Ringgit Malaysia (RM)

"1500 RM diberikan saat berangkat, sedangkan 1500 RM sisanya ditransfer saat barang telah diterima oleh orang yang telah menunggunya. Namun sayangnya sudah terburu tertangkap sehingga uang sisa tersebut belum ditransfer,".

Untuk pelaku sendiri, terancam hukuman mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

'Sesuai dengan UU No. 35 Tahun 2009 Pasal 113 ayat 2," tambahnya.(Kukuh Kurniawan).

Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved