Wali Kota Sutiaji akan Kaji Peraturan Bangunan Vertikal di Kota Malang

Semakin menyempitnya lahan permukiman di Kota Malang membuat Pemkot Malang harus mengkaji kembali peraturan pembangunan vertikal.

Wali Kota Sutiaji akan Kaji Peraturan Bangunan Vertikal di Kota Malang
SURYA/BENNI INDO
Komplek permukiman padat penduduk di Kota Malang, Senin (31/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Semakin menyempitnya lahan permukiman di Kota Malang membuat Pemkot Malang harus mengkaji kembali peraturan pembangunan vertikal.

Apalagi diprediksi penduduk semakin bertambah setiap tahunnya.

Menanggapi kenyataan semakin menipisnya lahan di Kota Malang, Wali Kota Malang, Sutiaji mulai memikirkan kajian yang tepat untuk Kota Pendidikan ini.

PD Jasa Yasa Ingatkan Wisatawan Tetap Waspada Saat Main di Pantai Balekambang Malang

Sutiaji mengatakan, perlu ada pertimbangan yang matang sekaligus melihat beberapa faktor.

"Lahan kita semakin terbatas, maka hal ini kami kaji betul. Ada beberapa faktor yang harus dilihat berkaitan dengan standar pemantauan penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh juga" ujar Sutiaji, Senin (31/12/2018).

Sebelumnya, wacana menambah standar tinggi bangunan sudah lama diperbincangkan.

Hanya saja ada sejumlah kendala karena faktor sistem navigasi penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh.

Lewatkan Malam Tahun Baru, Ribuan Warga Jejali Malang Night Paradise

Di sisi lain, lahan Kota Malang pun semakin terbatas.

Maka tidak heran jika kemudian ada kajian ulang yang berkaitan dengan penetapan standar bangunan.

Sekadar informasi, dalam Perda No 4 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maksimal tinggi bangunan yang diperbolehkan adalah 20 lantai.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved