Di Tahun Baru 2019, BPJS Kesehatan Berfokus Pada Program Tiga Pilar

Menyongsong tahun baru 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan fokus pada program tiga pilar.

Di Tahun Baru 2019, BPJS Kesehatan Berfokus Pada Program Tiga Pilar
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jatim Handaryo, saat memaparkan materi Tiga Pilar Fokus BPJS di Jatim Expo, Jalan A. Yani, Surabaya, Rabu, (2/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menyongsong tahun baru 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan fokus pada program tiga pilar.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jatim Handaryo menyebutkan tiga pilar ini menjadi fokus utama dari BPJS Kesehatan.

Pertama, Kemampuan pembiayaan pelayanan kesehatan. Kedua, meningkatkan kepuasan peserta. Ketiga, meningkatkan kapasitas operasional daripada organisasi.

“Jadi hal ini guna meningkatkan kemampuan pembiayaan jaminan kesehatan kami akan bergerak untuk bagaimana mengaktifkan kembali daripada konsep tiga pilar dari asuransi kesejahteraan sosial. Karena kami adalah program jaminan sosial maka ada tiga pilar,” ujar Handaryo saat menggelar konferensi pers di Jatim Expo, Surabaya, Rabu, (2/1/2019).

Handaryo menjelaskan strategi dari ketiga pilar tersebut yang pertama adalah reskuling, bagaimana pihaknya menyusun strategi terkait dengan kepesertaan.

Optimalkan Layanan Via Aplikasi BPJSTKU, BPJS Ketenagakerjaan Tambah Beragam Fitur Mudahkan Peserta

“Kemudian bisa mengejar peserta Penerima Upah (PPU) untuk patuh dan registrasi menjadi peserta bpjs. Karena dari pengalaman dari realisasi sebelumnya peserta ppu usianya relatif muda sehingga klaim rasionya lebih rendah,” imbuhnya.

Kemudian pilar kedua, lanjut Handaryo terkait dengan purchasing ia melakukan strategi bagaimana melakukan pengendalian pelayanan ada strategi bagaimana nanti rujuk balik bisa ditingkatkan kemudian rujukan online bisa kami terapkan dengan baik.

“Tujuan tercapai masyarakat bisa memahami dan mengikuti dengan baik,” tegasnya.

Strategi dari pilar Ketiga adalah terkait dengan bagaimana meningkatkan kolektibilitas daripada iuran.

“Kami memang sudah mencapai 69 persen untuk yang ppu tapi itu menjadi pr kami. Tapi beberapa menilai bahwa indonesia ini sebenarnya termasuk yang berhasil dalam menerapkan koleksi iuran mandiri dibandingkan luar negeri,” tambahnya

“Tetapi tentunya kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kolektibilitas peserta mandiri ini bisa ditingkatkan maka dari itu kami akan mendalam,” tandasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved