Kim Jong Un Minta Donald Trump Tak Salah Artikan Kesabaran Korut, Sampai Sebut Hubungan akan Berubah

Inikah ancaman Kim Jong Un kepada Amerika Serikat? Pemimpin Korea Utara itu sampai sebut hubungannya akan berubah

Kim Jong Un Minta Donald Trump Tak Salah Artikan Kesabaran Korut, Sampai Sebut Hubungan akan Berubah
PEOPLE.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Korea Utara Kim Jong Un 

TRIBUNJATIM.COM - Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Korea Selatan mendapatkan sandungan.

Itu terkait sanksi dan tekanan yang diterima oleh Korea Utara.

Oleh karena itu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memperingatkan Washington untuk tidak menguji kesabaran mereka dengan sanksi dan tekanan.

Berbicara dalam pidatonya di Tahun Baru (1/1/2019) yang disiarkan televisi, Kim Jong Un mengatakan dia siap bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kapan saja untuk menghasilkan sebuah kesepakatan bersama.

Namun, dia mengatakan Korea Utara akan dipaksa untuk mengambil jalan yang berbeda, jika Amerika Serikat terus melanggar janjidan salah mengartikan kesabaran Korea Utara dengan menuntut hal-hal tertentu serta terus mengenakan sanksi dan tekanan.

Gunakan Kaus Polos dan Topi Jerami, Begini Gaya Kasual Kim Jong Un Saat Kunjungi Pengolahan Ikan

Dilansir dari Metro, Kim Jong Un juga mengatakan Amerika Serikat harus menghentikan latihan militer bersama dengan Korea Selatan, dan tidak mengerahkan militer strategis ke Korea Selatan.

Amerika Serikat dan Korea Utara berusaha untuk mengatur pertemuan puncak kedua antara Donald Trump dan Kim Jong Un setelah pertemuan pertama di Singapura pada 12 Juni tahun lalu.

Kim Jong Un menambahkan, jika Amerika Serikat mengambil langkah-langkah secara benar dan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati, hubungan mereka akan berkembang dengan cepat melalui proses implementasi yang pasti dan langkah-langkah inovatif.

Kemudian Kim Jong Un kembali mengingatkan isi perjanjian pada pertemuan 12 Juni tentang mengambil langkah-langkah untuk membangun rezim perdamaian yang stabil dan permanen serta mendorong ke arah denuklirisasi penuh Semenanjung Korea.

Mengenal Eks Kekasih Kim Jong Un, Leader Girl Group Korea Utara yang Dijuluki Gadis di Atas Kuda

Setelah perjanjian itu, Korea Utara membuat pengumuman di dalam negeri dan internasional untuk mengambil berbagai tindakan yang menunjukkan komitmen mereka.

Bahwa Korea Utara tidak akan lagi membuat atau menguji senjata nuklir dan tidak akan menggunakan atau menyebarkannya.

Pidato Kim Jong Un diawasi dengan ketat ketika para pemimpin Korea Utara secara tradisional menggunakan perayaan tahun baru untuk merefleksikan tahun lalu, dan mengeluarkan tujuan kebijakan utama untuk tahun mendatang.

Kim menggunakan pidato Tahun Baru tahun lalu untuk memulai pendekatan diplomatik yang baru ditemukan dengan Seoul dan Washington, yang menghasilkan pertemuan antara Kim Jong Un dengan presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Donald Trump.

Tanda Tangan Kim Jong Un Jadi Sorotan, Netizen Sebut Mirip Rudal dan Begini Kata Pakar Bedah Tulisan

Kim Jong Un juga bertemu tiga kali dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk memperkenalkan kembali Beijing - sekutu utama Pyongyang - sebagai pemain utama dalam proses diplomatik untuk menyelesaikan kebuntuan nuklir.

Namun, pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara terhenti dalam beberapa bulan terakhir karena mereka berjuang dengan urutan pelucutan senjata Korea Utara dan penghapusan sanksi pimpinan Amerika Serikat terhadap Korea Utara.

Penulis: Januar AS
Editor: Melia Luthfi Husnika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved