Wali Kota Abdullah Abu Bakar Sebut Angka Inflasi Kota Kediri Terendah di Pulau Jawa dan Bali

Selama 2018, Kota Kediri berhasil menekan angka inflasi sebesar 1,97 persen. Angka ini merupakan inflasi terendah yang ada di Pulau Jawa dan Bali.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
SURYA/DIDIK MASHUDI
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan angka inflasi Kota Kediri terendah di Pulau Jawa dan Bali di Ruang Kilisuci, Balai Kota Kediri, Rabu (2/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Selama 2018, Kota Kediri berhasil menekan angka inflasi sebesar 1,97 persen.

Angka ini merupakan inflasi terendah yang ada di Pulau Jawa dan Bali.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Ellyn T Brahmana saat rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Rabu (2/1/2019).

Menurut Ellyn T Brahmana, meski inflasi Kota Kediri bulan November 2018 tertinggi di Jawa Timur dengan nilai 0,4 persen, namun dengan sinergi dan kerja sama yang baik antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, bulan Desember 2018 inflasi berhasil ditekan menjadi yang terendah se-Jatim di angka 0,29 persen.

Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Pejabat Forkopimda dan Warga Kediri Ramaikan Sholawat Akhir Tahun

Newcastle Vs Manchester United, Kalahkan Tuan Rumah, Setan Merah Raih Kemenangan Keempat Beruntun

Sementara Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengaku bangga dengan TPID Kota Kediri yang selama ini telah mampu bersinergi.

"Inflasi ini bisa tetap terjaga karena kita sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih untuk seluruh anggota TPID, juga para pedagang dan distributor di Kota Kediri. Mereka mau diarahkan, diajak kerja sama juga mau. Terakhir kita kerja sama dengan koperasi telur di Blitar," ujarnya.

Abdullah Abu Bakar menjelaskan, menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu konsep Pemerintah Kota Kediri untuk menyejahterakan masyarakat.

Sedang Berkemah, Warga Surabaya Temukan Mayat Tanpa Kepala di Pinggir Pantai Bantol Kabupaten Malang

Hasil Chelsea Vs Southampton, Tak Ada Gol Tercipta, The Blues Ditahan Imbang Southampton

"Saat ini pertumbuhan ekonomi kita ada di angka 5 persen, inflasinya 2 persen, jadi kita masih untung 3 persen," ungkapnya.

Menurut Abdullah Abu Bakar, dengan masih adanya selisih ini, maka daya beli masyarakat bagus dan mereka bisa menabung.

Sebaliknya bila pertumbuhan ekonomi berada di angka yang sama dengan tingkat inflasi, maka uang masyarakat habis untuk membeli keperluannya.

Dari Manakah Horoskop, Zodiak, atau Shio Itu ? Inilah Penjelasan dari Ahli Feng Shui Surabaya

Pencopet Ponsel Penonton Festival Tahu di Lapangan Monumen Simpang Lima Gumul Kediri Ditangkap

"Agar masyarakat tetap sejahtera, kita akan jaga benar-benar pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi di Kota Kediri," ujarnya.

Abdullah Abu Bakar juga menjelaskan bukti nyata pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri dengan ramainya jalanan kota.

UMKM juga bergerak cepat, tren PDRB industri non tembakau juga bagus sehingga masa depan Kota Kediri cerah.

Diharapkan ke depan, pertumbuhan ekonomi akan semakin merata di seluruh wilayah Kota Kediri.

Pencurian Kayu Jati di Blitar Makin Marak, Pencuri Beraksi dengan Sembunyikan Kayu di Tepi Sungai

Lantik 66 Anggota PPK, Ketua KPU Kabupaten Malang Wanti-wanti Anggota Tetap Netral saat Pemilu 2019

Dikemukakan Abdullah Abu Bakar, salah satu sukses menekan angka inflasi karena adanya arahan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto serta kekompakan anggota TPID.

Termasuk di antaranya peran para awak media yang ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar bijak untuk berbelanja. (Surya/Didik Mashudi)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved