Kasus Operasi Katarak Ilegal Sejak Desember 2018, Dinkes Jatim Akui Baru Terima Kabar Kamis Lalu

arena surat itu datangnya kemarin (kamis, red)," katanya dihadapan peserta audiensi di Lantai Dua Ruang Yada Husada Kantor Dinkes Jatim.

Kasus Operasi Katarak Ilegal Sejak Desember 2018, Dinkes Jatim Akui Baru Terima Kabar Kamis Lalu
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Suasana audiensi di Lantai Dua Yasa Husada Dinkes Jawa Timur 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kabar adanya dugaan operasi katarak illegal berformat baksos yang terjadi di Puskesmas Ketapang, Sampang, Madura, sejak Desember 2018 lalu, ternyata baru diketahui Dinkes Jatim, kamis kemarin (3/1/2018).

Dian Islami Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Jatim mengaku, baru mengetahui adanya dugaan pelanggaran prosdural itu, setelah mendapat surat permohonan audiensi dari PKC PMII Jatim kamis.

“karena surat itu datangnya kemarin (kamis, red)," katanya dihadapan peserta audiensi di Lantai Dua Ruang Yada Husada Kantor Dinkes Jatim.

Setelah mendengar kabar itu, Dian menuturkan, pihaknya pada kamis malam langsung menghubungi pihak Dinkes Kabupaten Sampang untuk meminta klarifikasi.

Dinkes Jatim Bantah Lakukan Pembiaran Pelanggaran Operasi Katarak Ilegal Di Puskesmas Ketapang

“semalam langsung kami telpon, dan dia mengatakan memang diakui kasus itu benar, dan sedang dalam pantauan,” tukasnya.

Setelah mengetahui kebenaran adanya kasus itu dari pihak Dinkes Kabupaten Sampang, ia langsung meminta daftar kronologi awal kejadian.

Hal itu dilakukan, agar Dinkes Jatim bisa langsung mendalami kasus tersebut.

"Yang bisa kami lakukan, saya minta dibuatkan kronologi kejadian itu, kami gak bisa cuma dibuatkan surat keluhan saja," katanya.

Dian berterus-terang, sangat mengapresiasi upaya masyarakat yang diwakili oleh PKC PMII Jatim, yang melaporkan temuan dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum petugas kesehatan di Puskesmas Ketapang.

Datangi Dinkes, PKC PMII Jatim Adukan Pelanggaran Operasi Katarak Ilegal Puskesmas Ketapang Madura

“kami senang dan sangat berterimakasih sudah diberi laporan penting terkait penangan kesehatan yang tidak sesuai dengan regulasi kepada kami,” lanjutnya dalam audiensi itu.

Untuk menanggapi laporan itu, Dian berjanji akan datangi langsung Puskesmas Ketapang, bersama pihak Dinas Kabupaten Sampang.

Hal itu dilakukan, memperoleh kejelasan duduk perkara dari dugaan pelanggaran prosedur tindakan medis yang dilakukan petugas medis saat lakukan operasi mata katarak.

“kami akan datangi dan lihat langsung, kami akan turun ke lapangan, karena tugas kami melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian,” tandasnya, seraya mengakhiri forum audiensi.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved