Kisah Mbah Parno Penjaga Istiqlal yang Bikin Soeharto Tunjukkan Pistol Saat Disuguhi Pisang Sepat

Mbah Parno pernah ditunjukkan pistol oleh Soeharto. Penyebabnya dia telah memberikan pisang sepat untuk Soeharto

Kisah Mbah Parno Penjaga Istiqlal yang Bikin Soeharto Tunjukkan Pistol Saat Disuguhi Pisang Sepat
Kompas.com/ Good Reads
Mbah Parno dan buku The Smilling General soal Soeharto - Mbah Parno menceritakan kisahnya semasa muda 

Mbah Parno mendapat hadiah utama atas pengabdiannya selama 66 tahun di Masjid Istiqlal.

Mbah Parno selama ini tinggal di rumah ukuran 2 x 5 meter di Gang Mangga, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selama puluhan tahun, Mbah Parno beserta anak dan cucunya menempati bangunan tanpa kamar di gang itu.

"Rumah ini dulunya sewa, lama-lama sama yang punya tanah dibilang enggak usah bayar," ujar Parno.

Rumah itu, kata Mbah Parno, didirikannya sendiri di tanah milik orang.

Pemiliknya memang meminta Mbah Parno membangun bedeng di situ untuk menjaga agar lahannya tak lagi jadi tempat pembuangan sampah.

Dari rumah mungil inilah sehari-hari Mbah Parno berangkat untuk bekerja di Istiqlal.

Mbah Parno lahir di Boyolali, Jawa Tengah, sekitar tahun 1923, di tanggal yang ia tak tahu persis.

Setelah remaja, Mbah Parno merantau ke Purwakarta sebagai kuli untuk truk pasir.

Hingga sekitar tahun 1952, Mbah Parno dan truk pasirnya menuju ke Jakarta melewati bekas Taman Wilhelmina yang berada di timur laut Lapangan Medan Merdeka.

Saat itulah, ia melihat sebuah proyek besar di sana.

Mbah Parno melamar sebagai kuli dan diterima.

Proyek itu kini menjadi salah satu bangunan ikonik di Indonesia, Masjid Istiqlal.

Penulis: Januar AS
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved