Sesal dan Menangis, Kakek dari Surabaya Ini Nekad Gunakan Uang Rp 45 Juta Untuk Edarkan Sabu

Sesal dan Menangis, Kakek dari Surabaya Ini Nekad Gunakan Uang Rp 45 Juta Untuk Edarkan Sabu.

Sesal dan Menangis, Kakek dari Surabaya Ini Nekad Gunakan Uang Rp 45 Juta Untuk Edarkan Sabu
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Sudarmaji terdengar menangis lirih saat digelandang polisi. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sia-sia Sudarmaji, kakek 56 tahun ini menabung.

Uang Rp 45 juta yang susah payah ia kumpulkan justru mengantarkannya ke jeruji besi.

Bagaimana tidak, pria asal Sidotopo ini menggunakan uang hasil kerjanya tersebut untuk membeli dan mengedarkan narkotika jenis sabu dan ganja.

Jadi Pengedar Sabu dan Ganja, Kuli Batu asal Sidotopo Wetan Surabaya Ditangkap Polisi

Apes, setelah dua bulan menyambi sebagai pengedar sabu dan ganja, kakek dua cucu ini ditangkap polisi.

"Saya beli satu gram Rp 900 ribu. Saya beli lagi sampai 50 gram. Iya habis Rp 45 juta. Saya jual lagi satu gram Rp 1,3 juta," kata Sudarmaji, Selasa (8/1/2019).

"Itu uang saya pemborong (kuli) juga, kerja kuli batu," tambahnya lirih lemas.

Baim Wong dan Paula Verhoeven Liburan ke Jepang, Ribut soal Celana Jeans dan Sabun

Kakek ini tampak menahan tangis.

Di balik wajah yang ditutup dengan kedua tangannya terdengar Sudarmaji menangis menyesali perbuatannya.

"Haduh, haduh," suaranya lirih sembari menggelengkan kepala.

Tangisan itu kembali terdengar saat dirinya kembali mengucap uang tabungan yang sudah ia habiskan untuk barang terlarang tersebut.

"Saya ndak ingat nabung sejak kapan, dari dulu jadi pemborong saya juga nabung," kata Sudarmaji.

Tak mengingat berapa lama dirinya menabung, Sudarmaji mengaku susah payah bertahun-tahun bekerja mengumpulkan uang.

Tersangka mengaku tergiur untung hasil penjualan sabu yang dibelinya itu, namun kemudian nasibnya harus meringkuk di dalam jeruji besi.

"Ditawari itu (sabu dan ganja) saya jual satu gramnya Rp 1,2 juta. Sekitar untung Rp 300 ribu, buat makan," kata dia kemudian tertunduk.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved