Artis Terlibat Prostitusi

Soal Prostitusi Online, Dosen Psikologi Ubaya Minta Masyarakat Jangan Hanya Menjudge Korban

Dosen psikologi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Endah Triwijati menanggapi kasus prostitusi online yang saat ini mencuat.

Soal Prostitusi Online, Dosen Psikologi Ubaya Minta Masyarakat Jangan Hanya Menjudge Korban
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Vanessa Angel Minta maaf pada masyarakat di Polda Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

 
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dosen psikologi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Endah Triwijati menanggapi kasus prostitusi online yang saat ini mencuat. 

 Menurut wanita yang akrab disapa Tiwi ini mengajak masyarakat lebih memperhatikan manipulasi dari jaringan atau oknum yang menjerat siapa saja ke arah prostitusi. 

 Ada proses eksploitasi misalnya kebutuhan materialistik dari korban.

“Ada proses manipulasi, ada proses mengeksploitasi misalnya saat ini orang semakin materialistik. Dan memperolehnya dengan proses yang pendek,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa, (8/1/2019). 

 Kemudian terkait perilaku dari korban yang terjari prostitusi ini Tiwi enggan mengatakan perilaku yang upnormal. 

 “Saya agak enggan jika yang dikatakan korban ini perbuatannya upnormal sebagai sikolog saya tidak mengatakan itu. Tidak mungkin juga karena isu persoalan gratifikasi, artinya saya lebih menganggap mengapa sih yang kalo ada prostitusi yang dianggap prostitudenya itu yang kemudian diangkat sehabis-habisnya. Ini bisa saja orang yang mungkin adalah korban eksploitasi tapi kita happy diatas situasi mereka,” tegasnya. 

Caleg Partai Bulan Bintang Surabaya, Sidoarjo dan Jatim Deklarasikan Diri Dukung Jokowi-Maruf Amin

Seleksi Hari Kedua Persela Lamongan Coret Separuh dari 57 Pemain Seleksi

Vanessa Angel Terseret Kasus Dugaan Prostitusi Online, Kakek dan Neneknya Dilarang Nonton TV

Dia menjelaskan tidak adil jika yang diekspos hanya korban saja. Oleh karena itu, dia berharap polisi bisa menangkap jaringan tersebut. 

“Sehingga masyarakat bisa melihat lebih jernih dan tidak memperburuk situasi. Karena bayarannya kan tinggi sekali, nggak mungkin kalau bukan dari jaringan. Jadi ini kan ada proses nya,” harapnya. 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved