Satpol PP Beri Hukuman Edukatif Pada Para Pelajar di Surabaya Bolos Sekolah

Dalam sehari lakukan razia pelajar yang membolos di Warung Kopi (Warkop), Tim Odong-Odong Satpol PP Surabaya ciduk 28 pelajar, Rabu (9/1/2019).

Tribunjatim/Luhur Pambudi
belasan pelajar surabaya dirazia Satpol PP Saat nongkrong di Warkop saat jam pelajaran sekolah 

Laporan Wartawan TribunJatim.com,  Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam sehari lakukan razia pelajar yang membolos di Warung Kopi (Warkop), Tim Odong-Odong Satpol PP Surabaya ciduk 28 pelajar, Rabu (9/1/2019).

Angka itu, menurut Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Masyarakat Satpol PP Surabaya Saiful Iksan, terus bertambah tiap jamnya.

Karena Tim Odong-Odong selalu berkeliling di seluruh wilayah Surabaya.

"Tadi pagi ketangkap 5 baru mau dihukum, eh datang lagi 10, begitu seterusnya," katanya saat ditemui TribunJatim.com di ruangannya.

Setelah diamankan dan dibawa ke Kantor Satpol PP Surabaya, lanjut Saiful, para pelajar akan diberi hukuman.

Tentunya bukan hukuman yang berpotensi mencederai fisik, melainkan hukuman yang bernilai edukatif.

"Kami hukum mereka, hukumannya tentu mengedukasi," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Hukuman edukatif yang diterapkan meliputi; Pertama, hormat bendera. Kedua, menyanyikan lagu wajib nasional Indonesia Raya. Ketiga, Uji Tes Pemahaman dan Hafalan Pancasila.

Satpol PP Surabaya Razia Pelajar yang Nongkrong di Warkop, Ini yang Akan Dibuat Pemilik Warkop

Vanessa Angel di Mata Mayang Sang Adik yang Mengaku Sempat Syok, Beri Dukungan dan Doa

Setelah Usaha Bangkrut Karena Tsunami di Palu, Pria Surabaya Ini Juga Tertipu Teman di Kota Blitar

Setelah menerapkan hukuman itu, Saiful menyebut, hampir seluruh siswa yang dihukum masih bingung kalau disuruh menyanyikan lagu-lagu nasional.

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved