Buntut Rebutan Aset Desa, 100 Warga Berasan Lamongan Geruduk Polsek Turi, Persoalkan Laporan Kades

Sekitar 100 warga Dusun Berasan, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi melurug ke Polsek Turi, Lamongan, Kamis (10/1/2019).

Buntut Rebutan Aset Desa, 100 Warga Berasan Lamongan Geruduk Polsek Turi, Persoalkan Laporan Kades
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Warga Berasan, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Lamongan mendemo Polsek Turi, Kamis (10/1/2019). 

Selama ini, pengurus pasar juga tidak menutup mata pada desa, artinya tetap memberi masukan dana ke desa dengan hitungan presentase.

Warga yang ikut melurug ke Polsek Turi minta polsek bertindak bijak jika hendak memediasi antara kades dengan warga.

Untuk mempertahankan kemauan terkait pasar dusun, warga juga menyewa pengacara, Mujianto.

Mujianto yang ditemui TribunJatim.com di lokasi aksi massa mengungkapkan, Kades Sholikin memang melaporkan warganya dengan tuduhan dugaan penyerobotan dan penggelapan aset desa.

"Pasal belum jelas. Tapi sudah melaporkan," kata Mujianto.

Persela Lamongan Pantang Remehkan Persik Kendal di Babak 32 Besar Piala Indonesia 2018

Ditanya terkait dana untuk rehab pembangunan pasar yang diperebutkan, Mujianto menuturkan, itu adalah dana hibah dari pemerintah.

Sementara itu, Kades Kemlagilor, Sholikin saat dikonfirmasi, membenarkan kalau dirinya melaporkan dua warganya, Sugeng dan Mujahidin.

Pasalnya dua orang warga yang dilaporkan itu dinilai Sholikin telah bertindak di luar aturan.

"Aset desa berupa tanah kas desa sebanyak 4 itu dilelang oleh warga. Tanpa melibatkan pemerintahan desa," kata Sholikin.

Agenda Wajib HPN PWI Lamongan Diikuti Ratusan Siswa dari 9 Lembaga

Soal Pasar Dusun, menurut Sholikin, memang ada rencana mengambil alih.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved