Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Tiga Orang Dituntut Delapan Tahun Penjara oleh PN Surabaya

Jaksa penuntut umum (JPU), Ririn Indrawati menuntut terdakwa pedagang miras oplosan, Soedi delapan tahun penjara.

Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan Tiga Orang Dituntut Delapan Tahun Penjara oleh PN Surabaya
TRIBUN PONTIANAK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jaksa penuntut umum (JPU), Ririn Indrawati menuntut terdakwa pedagang miras oplosan, Soedi delapan tahun penjara.

Pria yang menewaskan tiga orang karena miras oplosan yang dijualnya itu dinyatakan Ririn terbukti melanggar Pasal 146 juncto Pasal 140 Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

Lantaran, apa saja hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa dalam tuntutannya?

"Perbuatan yang memberatkan terdakwa adalah merusak mental masyarakat dan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain," beber Ririn  ketika persidangan, Kamis (10/1/2019).

Tak hanya itu, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Kamis (10/1/2019), Ririn menganggap Soedi terbukti menjual minuman yang tak sesuai standar layak konsumsi.

Kuasa Hukum Wisnu Wardhana Akan Ajukan PK ke MA Terkait Vonis 6 Tahun

Bahkan, membuat beberapa orang meregang nyawa.

Namun, untuk pertimbangan yang meringankan, terdakwa dianggap bersikap sopan dalam persidangan.

Selain itu, Soedi juga menjadi tulang punggung keluarga.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Soedi terbukti mengoplos miras jenis cukrik.

Miras oplosan itu dicampur dengan bahan kimia solfen yang pada umumnya dipergunakan untuk pengharum pakaian.

Kuasa Hukum Peracik Miras Oplosan yang Sebabkan Tiga Nyawa Melayang: Tuntutan Itu Terlalu Tinggi

Soedi mengaku, ia memperoleh ilmu tersebut usai menonton video di internet melalui YouTube usai dirinya tak memperoleh kiriman arak Tuban lago dari tengkulak langganannya.

Terlebih, Soedi mengaku nekat meracik tanpa menggunakan takaran yang jelas.

Disisi lain, dari pemeriksaan laboratorium, Solfen mengandung metanol berkadar tinggi.

Sehingga, membahayakan nyawa orang yang mengkonsumsinya.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved