Memuaskan Hasrat Seksual Melalui Jasa Prostitusi, Ini Penjelasan Psikolog Unair

Kasus prostitusi online yang libatkan Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila masih ramai diperbincangkan hingga saat ini.

Memuaskan Hasrat Seksual Melalui Jasa Prostitusi, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Istimewa
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kasus prostitusi online yang libatkan Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila masih ramai diperbincangkan hingga saat ini.

Berbagai berita kemudian mencuat mulai dari tarif yang dibandrol hingga inisial penyewa jasa prostisusi online tersebut.

Lantas, sebenarnya apa yang membuat seseorang menyewa jasa prostitusi?

Dr Achmad Chusairi MA, dosen psikologi  sosial Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair) ungkap bahwa menyewa jasa prostitusi ialah cara untuk mendapatkan kepuasaan seksual di luar pernikahan.

(Begini Cara Kapolres Madiun Agar Dekat dengan Masyarakat)

(Kerap Jadi Juara, Kelinci Karap Milik Bocah 11 Tahun di Pamekasan Pernah Ditawar 10 Juta)

"Latar belakang menyewa jasa prostitusi macam-macam. Yang jelas mereka ingin mendapatkan kepuasan seksual melalui hubungan seksual yang bukan dalam bingkai pernikahan," tuturnya ketika dihubungi melalui ponsel, Jumat (11/1/2019).

Faktor yang melatarbelakangi keinginan menyewa jasa prostisusi, tutur Achmad Chusairi, sangat bervariasi.

"Tidak bisa digeneralisir. Semua sangat individual. Ada yang bosan dengan istrinya. Ada pula yang ingin pengalaman baru," ungkapnya.

Para penyewa jasa tersebut, memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

"Mereka harus memberi bayaran sesuai dengan yang diminta oleh yang menyewakan jasa. Semakin tinggi (nilai jual), semakin banyak dana yang dikeluarkan. Tergantung kelas jasanya," lanjutnya.

(Sungjae BTOB Live 12 Jam secara Maraton Gegara Kalah Bermain dengan Changsub)

(Usai Libur Panjang, Fisik Pemain Persebaya Memprihatinkan)

Apakah secara psikologis penyewa jasa prostitusi offline dan online ada perbedaan?

"Online atau tidak sama saja. Yang beda hanya kalau online, alat komunikasi lebih muda. Secara psikologis sama," jelas lulusan S3 Universitas Airlangga ini.

Achmad Chusairi menyebut, tidak semua pengguna jasa prostitusi tepat disebut tidak menghargai wanita.

"Sikap dalam mengharagai perempuan tidak berhubungan dengan perilaku transaksi seksual di luar hubungan nikah," jelasnya.

"Bisa jadi orang yang menyewa itu menghargai perempuan. Tidak bisa digeneralisir," tandas Achmad Chusairi.

(Menyewakan Jasa Prostitusi Demi Kebutuhan Materi Bukan Seksual, Berikut Penjelasan Psikolog Unair)

(Pelatih Fisik Persebaya Tengah Diskusikan Penyebab Badai Cedera Bajul Ijo Musim Lalu)

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved