Ini Kisah Pejuang Kopi dari Tulungagung, Temukan dan Kembangkan Kopi Kobra dari Puncak Gunung Wilis

Ini Kisah Pejuang Kopi dari Tulungagung, Temukan dan Kembangkan Kopi Kobra dari Puncak Gunung Wilis.

Ini Kisah Pejuang Kopi dari Tulungagung, Temukan dan Kembangkan Kopi Kobra dari Puncak Gunung Wilis
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kristian Yuono (36) ketika memanen kopi arabika yang dikenal warga sebagai Kobra (Kolombia-Brazil) milik Mbah Painem (80) di Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo. Kopi arabika khas Tulungagung ini nyaris punah. 

Ketika itu jenis kopi yang banyak ditemukan adalah excelsa.

Namun tujuannya adalah menemukan kopi arabika, yang mempunyai harga paling bagus.

Ayah satu anak ini sempat menemukan arabika di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

Namun ternyata kualitasnya masih dianggap kurang.

Kris pun semakin bertekat untuk mencari ke tempat yang lebih tinggi.

Usahanya membuahkan hasil, saat menelusuri Gunung Wilis wilayah Tulungagung di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut.

Ada sekitar 10 pohon kopi arabika milik Mbah Painem (80), di Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo.

Pohon kopi tua ini mempunyai ketinggian lebih dari 10 meter.

Tempatnya ada di tengah-tengah kebun sayur.

“Saya tanya yang punya, katanya hanya dikonsumsi sendiri, tidak pernah dijual. Tapi kalau dijual harganya hanya Rp 5000 per kilogramnya,” ujar Kris.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved