Ini Kisah Pejuang Kopi dari Tulungagung, Temukan dan Kembangkan Kopi Kobra dari Puncak Gunung Wilis

Ini Kisah Pejuang Kopi dari Tulungagung, Temukan dan Kembangkan Kopi Kobra dari Puncak Gunung Wilis.

Ini Kisah Pejuang Kopi dari Tulungagung, Temukan dan Kembangkan Kopi Kobra dari Puncak Gunung Wilis
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kristian Yuono (36) ketika memanen kopi arabika yang dikenal warga sebagai Kobra (Kolombia-Brazil) milik Mbah Painem (80) di Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo. Kopi arabika khas Tulungagung ini nyaris punah. 

Kris kemudian membeli sisa buah yang sudah merah, dengan harga lebih mahal karena berharap pohon itu tidak ditebang.

Dari pembelian itu Kris mendapatkan 2 kilogram green bean (kopi mentah).

Sebagian digoreng dan ternyata rasa serta aromanya mendapat pujian.

Bahkan saat sisa 1 kilogram green bean dibawa ke coffee party di Blitar tahun 2016, kopi itu laku dijual Rp 80.000.

Menurut para tester, kopi yang dibawa Kris mirip kopi java yang sudah punya nama.

Warga sekitar menyebutnya kopi Brazil.

Namun nama yang terkenal adalah Kobra, kependekan dari Kolombia-Brazil.

Sadar kopi milik Mbah Painem langka dan berkualitas tinggi, Kris kembali memborong saat panen ke-2.

Kali ini tidak digoreng, namun dikeringkan tanpa sinar matahari.

“Di saat bersamaan saya mendapat pelatihan dari Bank Indonesia Kediri, tentang pembiakan kopi dari bijinya. Kebetulan biji yang dibutuhkan harus dikeringkan angin, bukan matahari,” ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved