Kasus Prostitusi, Ideologi Patriarkis Dominan dan Penyewa Jasa Tak Diekspos, Ini Ungkap Dosen Unair

Kasus Prostitusi, Ideologi Patriarkis Dominan dan Penyewa Jasa Tak Diekspos, Ini Ungkap Dosen Unair.

Kasus Prostitusi, Ideologi Patriarkis Dominan dan Penyewa Jasa Tak Diekspos, Ini Ungkap Dosen Unair
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
ilustrasi ekspos perempuan pada kasus prostitusi online 

"Baiq Nuril misalnya, dia yang disudutkan. Mengapa bukan kepala sekolahnya? Mengapa tidak mengekspos kehidupan kepala sekolahnya? Mengapa hanya Baiq Nuril?," ungkapnya.

Hal tersebut, jelas Bagong Suyanto, karena dominasi ideologi patriarkis yang membuat cara pandang menjadi bias.

"Menyalahkan perempuan. Hal tersebut tidak kita sadari karena sudah terkonstruksi sejak dahulu," tuturnya.

Hal tersebut juga berlaku pada kasus prostitusi online yang menyeret sederet artis Indonesia.

"Wajah mereka diekspos. Kehidupan mereka diekspos. Keluarga mereka juga diekspos. Tidak adil karena user atau penyewa jasa prostisusi itu sama sekali tidak diekspos," ungkap Bagong Suyanto.

Budaya populer, tuturnya, juga merefleksikan ideologi patriarkis.

Dalam sinetron, banyak adegan yang menyudutkan perempuan misalnya ungkapan "Dasar perebut suami orang!" atau ungkapan lain. 

Dalam hal ini, tutur Bagong Suyanto, masyarakat harus membangun cara pandang baru terhadap perempuan.

"Kalau tidak dibenarkan, akan terus seperti ini," jelasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved