Dua Jemaah Umrah dari Mojokerto Terlantar di Mekkah, Keluarga Minta Ketegasan Tiket Pesawat Pulang

Dua Jemaah Umroh dari Mojokerto Terlantar di Mekkah, Keluarga Minta Ketegasan Tiket Pesawat Pulang.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Sudarma Adi
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Muhammad Ridwan menunjukkan foto Lukiyanti dan Dedi saat di Mekkah, Selasa (15/1). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dari kabar yang beredar di media sosial, sebanyak puluhan jemaah umrah tengah terlantar.

Mereka terlantar selama lima hari di tanah Suci Mekkah dan Madinah.

Informasi yang didapat, puluhan jemaah tersebut diberangkatkan oleh penyelenggara umroh Rabat Tour yang berlokasi di Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Dari puluhan jemaah, dua di antaranya merupakan warga Mojokerto.

Tak Terdengar Kabarnya, Mandala Shoji Terancam Hukuman Penjara Gegara Kupon Umroh, Ini Alasannya

Dia adalah Lukiyanti (52) dan Dedik (35).

Keluarga Lukiyanti dan Dedik, Muhammad Ridwan mengatakan, hingga kini ke dua keluarganya itu masih terlantar di Bandara Madinah.

Hal itu diketahui Ridwan melalui pesan singkat dan sambungan telepon dari Lukiyanti dan Dedik.

"Keluarga sudah tertahan dan terlantar di Mekkah dan Madinah selama 5 hari, dan kabar terakhir saat ini masih terlantar di Bandara Madinah menunggu delay pesawat," katanya saat ditemui di kediamannya Jalan Muria Raya, Megersari, Kota Mojokerto, Selasa (15/1).

Maia Estianty Pergi Umroh Tanpa Irwan Mussry, Ternyata Hal ini yang Dilakukan Suami di Tanah Air

Usai mendapat kabar tersebut, Ridwan langsung mencoba untuk mengklarifikasi kebenaran ke pihak Rabat Tour.

Menurut keterangan dari Rabat Tour, pihaknya masih menunggu tiket dari Arab Saudi.

"Saya mengklarifikasi datang ke kantornya sebanyak 2 kali. Pihak agen hanya menjanjikan segera akan di urusi. Pihak agen melakukan pembelian tiket langsung ke Arab Saudi. Alasan pihak agen masih menunggu tiket itu," terangnya.

Ridwan melanjutkan, keluarganya berangkat ibadah umrah pada tanggal 31 Desember 2018.

Seharusnya, keluarganya sudah pulang ke Indonesia 10 Januari 2019 lalu.

"Jatahnya kan 10 hari, harusnya sudah pulang. Tetapi sampai saat ini belum pulang. Mereka bersama jemaah lain asal Gresik, Jombang, dan Lamongan," jelasnya.

Ridwan mengungkapkan, saat keberangkatan pun, sebelumnya sudah pernah gagal dua kali, yakni pada 24 dan 27 Desember.

Namun, jemaah diberangkatkan tanggal 31 Desember 2018.

"Saya berharap agar pihak travel segera mempertegas persoalan ini supaya keluarga agar cepat pulang," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved