Sabillah Sidoarjo Bantah Jemaah Umrah Terlantar, Jemaah Bakal Pulang ke Indonesia Hari Ini

Sabillah Sidoarjo Bantah Jemaah Umrah Terlantar, Jemaah Bakal Pulang ke Indonesia Hari Ini

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Sudarma Adi
TRIBUN/SANOVRA JR
Ilustrasi Jemaah Umrah 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Terkait adanya kabar jemaah dari Rabat Tour yang terlantar, Pimpinan Sabillah cabang Sidoarjo (yang menaungi Rabat Tour) Solechah Madjid menampik hal tersebut.

Dia mengatakan, jemaahnya tidak ada yang terlantar.

"Itu kabar hoax, tidak benar. Jemaah tidak ada yang terlantar," katanya saat dihubungi Surya (grup TribunJatim.com) melalui sambungan telepon, Selasa (15/1).

Dua Jemaah Umrah dari Mojokerto Terlantar di Mekkah, Keluarga Minta Ketegasan Tiket Pesawat Pulang

Dia juga menyangkal, bahwa jemaahnya tengah terlantar di Bandara Madinah.

Yang benar, para jemaah menginap di hotel yang berada di Mekkah.

Pihaknya selalu memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik untuk jemaah ketika menjalankan ibadah umrah.

"Kami menjalankan sesuai prosedur. mereka menginap di hotel bintang 3 di Mekah, tidak ada yang terlantar," tegasnya.

7 Kecelakaan Maut Terjadi di Jalur Pacet Mojokerto-Cangar Sepanjang 2018, Rata-rata Akibat Rem Blong

Dirinya menceritakan biro jasa Travel and tour ini berdiri tahun 2015.

Sejak awal pendiriannya, Sabillah Cabang Sidoarjo tidak pernah menemui masalah dan kendala terkait pemberangkatan jemaah umrah.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak pernah ada kendala. Sejak tahun 2015, pemberangkatan yang kami lakukan sesuai jadwal," terangnya.

Dia menjelaskan, saat ini sebanyak 31 jemaah yang diberangkatkan pihaknya telah perjalanan pulang menuju Indonesia.

Dia juga menunjukkan, foto-foto para jemaah kepada Surya.

"Dalam foto tersebut tidak ada raut wajah sedih, mereka tertawa. Masak seperti itu terlantar?. Mereka saat ini sudah sampai di Singapura, pukul 20.00 WIB sampai di Bandara Juanda. Keluarga jemaah yang tidak paham menambahi dan mengurangi. sebenarnya tidak ada masalah," jelasnya.

Dirinya juga angkat bicara terkait keterlambatan kepulangan jemaah yang seharusnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada tanggal 10 Januari 2019.

Dia mengatakan, pada tanggal 10 Januari tidak ada jadwal keberangkatan pesawat ke Indonesia.

Maka dari itu, pihaknya memberikan tambahan kepada jemaah untuk beribadah selama 3 hari.

Selama 3 hari itu juga jemaah menginap di hotel.

"Jemaah pulang tanggal 14 Januari 2019 dari Madinah. Sebentar lagi sampai di Bandara Juanda," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved