Kepala Kejati Jatim: Seperti Yang Kami Lakukan Pada Kasus KUR Jombang

Kepala Kejati Jatim, Sunarta menjelaskan, penanganan dugaan kasus korupsi yang dilakukan mantan General Manager Finance and Administration/Pimpinan

Kepala Kejati Jatim: Seperti Yang Kami Lakukan Pada Kasus KUR Jombang
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kajati Jatim Sunarta saat meladeni awak media di Gedung Kejati Jatim, Jalan A. Yani, Surabaya, Jumat, (16/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Kejati Jatim, Sunarta menjelaskan, penanganan dugaan kasus korupsi yang dilakukan mantan General Manager Finance and Administration/Pimpinan Trading Batubara PT Petrogas Jatim Utama (PJU), Wahyudi Pujo Saptono seperti halnya pengembangan kasus korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jatim Cabang Jombang beberapa waktu lalu oleh tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim.

“Ya seperti yang kami lakukan pada kasus KUR Jombang, setelah kami pelajari hasil penyidikan Polda Jatim, ternyata dapat dikembangkan untuk menetapkan tersangka lain dalam kasus itu," kata Sunarta kepada awak media, Sabtu (19/1/2019).

Sunarta mengatakan, dalam pengembangan penanganan kasus yang diduga merugikan negara hingga puluhan miliar itu, tim pidsus akan menemukan sejumlah fakta baru di persidangan nanti.

Selain itu, Sunarta mengaku pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani hal itu.

"Kemudian, kami berkordinasi dengan penyidik Polda Jatim, sehingga akhirnya kami tangani dan berhasil membawa para tersangka baru sampai ke tingkat persidangan,” lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Dalam pemberitaan sebelumnya, tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah memproses penyerahan tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap II dugaan kasus korupsi yang melibatkan Wahyudi Pujo Saptono sebagai tersangka pada Kamis (17/1/2019) lalu, dimana sebelumnya perkara itu bermula pada 15 November 2010 silam.

Tim JPU Akan Menggali Fakta Baru Dugaan Kasus Korupsi PT PJU

BREAKING NEWS: Polda Jatim Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kediri, Ada 6 Lokasi

Bejo Sugiantoro Ingatkan Pemain Muda Persebaya Surabaya Bisa Curi Perhatian Djadjang Nurdjaman

Baru 3 Hari Dirilis, Trailer Film Dilan 1991 Trending 1 di YouTube, Simak Sinopsis & Daftar Pemain!

Saat itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya, Heru Kamarullah menjelaskan, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, kasus korupsi yang sebelumnya ditangani penyidik dari Mabes Polri itu diduga merugikan negara mencapai Rp 29,13 miliar.

Ketika ditangani Mabes Polri, tersangka Wahyudi juga ditahan.

Lalu, saat kasus itu ditangani Kejari Surabaya, selanjutnya memperpanjang penahanan terhadap Wahyudi selama 20 hari di rumah tahanan (rutan) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved