Longsor di Mojokerto, Perum Perhutani KPH Pasuruan akan Lakukan Program Rehabilitasi Hutan Lindung

Longsoran itu datang dari arah Selatan menuju Utara dan meluncur mengikuti muara sungai Kemiri, yakni di Ngoro Industri.

Longsor di Mojokerto, Perum Perhutani KPH Pasuruan akan Lakukan Program Rehabilitasi Hutan Lindung
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Watusari, Desa Watonmas Jedong, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Watusari, Desa Watonmas Jedong, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/1/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Longsoran tanah yang membawa material batu berukuran sekitar 1,65 meter x 1 meter dan pohon tersebut berasal dari Gunung Bekel.

Longsoran itu datang dari arah Selatan menuju Utara dan meluncur mengikuti muara sungai Kemiri, yakni di Ngoro Industri.

Dinsos Kabupaten Mojokerto Sementara Beri Bantuan Warga di Tiga Kecamatan yang Diterjang Banjir

Kisah Legini yang Tubuhnya Sempat Terseret dan Terbenam Lumpur Saat Tanah Longsor Terjang Mojokerto

Administratur Perum Perhutani KPH Pasuruan, Loesy Triana mengakatan, pihaknya telah menulusuri titik longsor hingga petak 1 Gunung Bekel, karena tahun kemarin kebakaran terjadi di savana Gunung Bekel.

"Tahun kemarin terjadi kebakaran, nah mungkin itu bagian dari penyebab. Kalau savana memang saat kemarau otomatis mudah terbakar. Kemungkinan karena ada kebakaran, tanaman juga banyak berkurang. Kekuatannya menahan tanah saat hujan lebat pun juga berkurang, akhirnya longsor," katanya kepada Surya (TribunJatim.com Network), Sabtu (19/1/2019).

Loesy Triana melanjutkan, pihaknya dengan pihak swasta telah menanam bambu untuk mencegah longsor di sejumlah area di Gunung Bekel.

Tanah Longsor Terjang Mojokerto, Belasan Rumah Terendam Lumpur, Dua Warga Sempat Terbawa Longsor

Sempat Terserat hingga 10 Meter, Abdul Rozak dan Legini Selamat dari Terjangan Longsor Mojokerto

"Bambu ditanam memang untuk menyimpan air itu sendiri supaya tidak terjadi bencana longsor dan lain-lain," terangnya.

Di tahun 2019, masih kata Loesy, pihaknya juga akan melakukan penanaman kembali di area savana Gunung Bekel yang terbakar.

Tetapi pihaknya masih menunggu perintah dari pusat untuk pelaksanaannya.

Mojosari Raih Adipura 2018, Pemkab Mojokerto Gelar Tasyakuran di Pendopo Graha Majatama

"Di tahun 2019 kami ada program rehabilitasi hutan lindung. Kebetulan posisi di atas sangat tinggi dan berbatu, kami kesulitan menanam tanaman yang mampu tumbuh di atas. Yang cocok ialah bambu. Selain itu kami menebar biji-bijian seperti ceres dan biji-bijian lain apapun jenisnya. Kami akan melakukan penanaman 200 hektare wilayah Penanggungan atau Gunung Bekel," jelasnya. (Surya/Danendra Kusuma)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved