Tim JPU Akan Menggali Fakta Baru Dugaan Kasus Korupsi PT PJU

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan, nantinya sejumlah fakta baru itu akan digunakan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain di dalam kasus terse

Tim JPU Akan Menggali Fakta Baru Dugaan Kasus Korupsi PT PJU
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Sunarta, di sela acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung Kejati, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penanganan dugaan kasus korupsi yang dilakukan mantan General Manager Finance and Administration/Pimpinan Trading Batubara PT Petrogas Jatim Utama (PJU), Wahyudi Pujo Saptono masih dilakukan.

Bahkan, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus itu berjanji akan terus mengamati sejumlah fakta baru yang nantinya hendak muncul dipersidangan.

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan, nantinya sejumlah fakta baru itu akan digunakan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain di dalam kasus tersebut.

"Apabila fakta di persidangan berkembang ke kanan kiri, maka kami tinggal membuat laporan, akankah pengembangan kasus tersebut ditangani lagi oleh Mabes Polri apa kami (Kejati Jatim) disini," beber Sunarta kepada awak media, Sabtu (19/1/2019).

Sunarta menambahkan, melalui sidang yang akan berlangsung, pihaknya akan semaksimal mungkin menggali sejumlah fakta yang ada.

Bejo Sugiantoro Ingatkan Pemain Muda Persebaya Surabaya Bisa Curi Perhatian Djadjang Nurdjaman

BREAKING NEWS: Polda Jatim Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Kediri, Ada 6 Lokasi

Baru 3 Hari Dirilis, Trailer Film Dilan 1991 Trending 1 di YouTube, Simak Sinopsis & Daftar Pemain!

Termasuk adanya dugaan keterlibatan dari pihak lain.

“Nantinya kami (jaksa) akan menggali fakta, sebagai bukti baru melalui sidang yang digelar,” lanjutnya kepada Tribunjatim.com.

Dalam pemberitaan sebelumnya, tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah memproses penyerahan tersangka dan barang bukti atau pelimpahan tahap II dugaan kasus korupsi yang melibatkan Wahyudi Pujo Saptono sebagai tersangka pada Kamis (17/1/2019) lalu, dimana sebelumnya perkara itu bermula pada 15 November 2010 silam.

Saat itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Surabaya, Heru Kamarullah menjelaskan, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan, kasus korupsi yang sebelumnya ditangani penyidik dari Mabes Polri itu diduga merugikan negara mencapai Rp 29,13 miliar.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved