Banjir di Sidoarjo Ternyata Disebabkan oleh Supermoon, Air Laut Pasang hingga 150 CM

Banjir di Sidoarjo ternyat disebabkan oleh fenomena Supermoon. Sejumlah pompa pun langsung dikerahkan untuk menyedot air

Banjir di Sidoarjo Ternyata Disebabkan oleh Supermoon, Air Laut Pasang hingga 150 CM
SURYA/M TAUFIK
Mobil terendam banjir di Sidoarjo, Minggu (20/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Selain karena curah hujan yang tinggi, banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Sidoarjo disebut karena fenomena Supermoon (posisi paling dekat antara Bumi dan bulan).

Kondisi itu menyebabkan air laut pasang atau robb hingga mencapai ketinggian 150 cm.

Akibatnya air sungai tidak bisa mengalir maksimal ke laut dan kemudian meluber ke sejumlah wilayah.

"Sejak malam tadi kami sudah mendatangi berbagai wilayah yang tergenang. Sejumlah pompa langsung dikerahkan untuk menyedot air," kata Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito, Senin (21/1/2019).

"Dan seluruh staf BPBD sudah disebar ke daerah yang terdampak genangan air. Mereka semua disiagakan untuk membantu warga dan menyiagakan pompa," tambahnya.

Ada Empat Penyebab Utama Banjir di Wilayah Sidoarjo

Dari hasil kordinasi dengan sejumlah instansi terkait, disampaikannya bahwa BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) telah memperingatkan agar tetap waspada, karena dalam beberapa hari ini curah hujan masih dengan intensitas tinggi serta ditambahnya robb atau air pasang laut yang tinggi.

Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Perairan Kangean dan Samudra Hindia selatan Jatim. Hujan dengan intensitas sedang-lebat berpotensi terjadi di Laut Jawa bagian timur, Perairan Masalembu, Perairan Bawean, Perairan utara Jatim serta Perairan Gresik.

Arah angin umumnya berhembus dari Barat Daya - Barat Laut, kecepatan angin maksimum di Laut Jawa 32 knot (59 km/jam) dan S. Hindia selatan Jatim sebesar 28 knots (52 km/jam). Tinggi gelombang di Selat Madura antara 0.5 - 2.0 m. Tinggi gelombang di Laut Jawa bagian timur 2.0 - 5 m dan Selat Hindia selatan Jatim antara 1.5 - 3.5 m.

Waspada ketinggian gelombang mencapai 5.0 m di Laut Jawa bagian Timur, Masalembu, Perairan Bawean, Pantai Utara Jatim, Pantai Kangean dan mencapai 3.5 m di Pantai Selatan Jatim, dan Selat Hindia Selatan Jatim.(ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved