Banjir di Griyo Mapan Sedati Sidoarjo Tak Kunjung Surut, Ini Kata Penjaga Pompa Air

Banjir yang tak kunjung surut di Kawasan Perumahaan Griyo Mapan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo selama tiga hari membuat resah warga.

Banjir di Griyo Mapan Sedati Sidoarjo Tak Kunjung Surut, Ini Kata Penjaga Pompa Air
Tribunjatim/kukuh kurniawan
Salah Satu Sudut Perumahaan Griyo Mapan Santoso Yang Terendam Banjir 

Laporan wartawan TribunJatim. com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM, SIDOARJO - Banjir yang tak kunjung surut di Kawasan Perumahaan Griyo Mapan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo selama tiga hari membuat resah warga.

Penjaga pos pompa air Griyo Mapan, Dendy mengatakan ada dua penyebab banjir tak kunjung surut. Yaitu pasang air laut dan daratan wilayah perumahaan yang tinggi nya lebih rendah dari sungainya.

"Pasang air laut diperparah dengan hujan deras terus menerus membuat aliran air Sungai Cantel yang aslinya menuju ke laut kembali lagi. Ditambah air dari kawasan Tropodo juga dibuang ke sungai ini," jelasnya kepada TribunJatim. com, Selasa (22/01/2019).

Tidak hanya itu, daratan wilayah perumahaan nya lebih rendah dari sungai juga berpengaruh signifikan.

Sehingga ketika air sungai meluap langsung meluber dan membanjiri gorong - gorong pemukiman warga.

"Ini saja pompa nya baru saya nyalakan empat jam sekali karena percuma air sungai meluap jadi walau disedot dan dibuang ke sungai ya kembali lagi," ujar Dendy.

Raffi Ahmad Pergoki Sule Simpan Foto Mantan Istri dan Tanya ‘Masih Rindu’, Dijawab Sambil Pukul Meja

Banjir Tiga Hari tak Surut, Warga Perumahaan Griyo Mapan Kecamatan Sedati Sidoarjo Mengeluh

Kasus Jual Beli Bayi lewat Instagram, Orang Tua Bayi yang Dijual Mengaku Belum Berpenghasilan Tetap

Ia mengatakan saat hujan deras sekitar pukul 14.30 hari Minggu dirinya sudah mengoperasikan mesin pompa air.

"Saya operasikan hingga pukul 19.00 setelah itu saya hentikan karena air sudah meluap sehingga percuma dilakukan penyedotan," terang nya.

Baru saat Senin pagi hingga Selasa sore ini ia mulai mengoperasikan kembali namun dengan jangka waktu empat jam operasional dan satu jam mesin dimatikan untuk istirahat.

"Sembari menunggu aliran sungai nya lancar kembali dan tak meluap," tambahnya.

Ia pun juga mengaku disarankan oleh warga sekitar agar tidak terlalu memaksa operasional mesin pompa.

"Dikhawatirkan saat sungai surut dan waktunya menyedot air banjir, solar ny habis atau mengalami kerusakan mesin," tandasnya sembari menambahkan bahwa peristiwa banjir ini baru kali pertama terjadi.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved