Ribun Pil Koplo Diamankan dari Pria Kepanjen Malang, ini Kronologinya

Peredaran pil setan di kalangan anak muda maupun ABG di wilayah Malang tidak juga bisa dicegah.

Ribun Pil Koplo Diamankan dari Pria Kepanjen Malang, ini Kronologinya
(surya/Erwin Wicaksono)
Kaur Bina Operasi (KBO) Satresnarkoba Polres Malang Iptu Suryadi (kemeja putih) saat mengintrogasi tersangka, Selasa (22/1/2019). 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Peredaran pil setan di kalangan anak muda atau ABG di wilayah Malang tidak juga bisa dicegah.

Buktinya, aparat kepolisian dari jajaran Satresnarkoba Polres Malang berhasil mengamankan 2663 butir pil double L atau pil koplo dan uang Rp 40 ribu dari tangan tersangka Halim Setya Budi.

Pria warga Jalan Kertoharjo, Desa Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang itu diringkus petugas di sebuah kos di daerah Kepanjen Malang, Sabtu (12/1/2019).

Kaur Bina Operasi (KBO) Satresnarkoba Polres Malang menjelaskan, tersangka Halim ditangkap setelah petugas sebelumnya menangkap dua tersangka lain. Para tersangka yang sudah diamankan tersebut mengaku mendapat pil double L tersebut dari tersangka Halim

"Mereka mengaku mendapat pil koplo dari tersangka Halim, kemudian kami grebek di salah satu tempat kos di Kepanjen," terang Suryadi ketika dikonfirmasi kepada Tribunjatim.com, Selasa (22/1/2019).

Suryadi menambahkan, tersangka Halim selain edarkan pil double L, Halim ternyata rutin mengonsumsi barang haram tersebut. Diketahui tersangka sudah edarkan pil double L tersebut sejak dua bula silam.

Soal Isu Penunjukan Wabup Trenggalek yang Sebabkan Ipin Hilang, Pakde Karwo: Sudah Ada Aturannya

Tanggapi Abu Bakar Baasyir Bebas, Ali Fauzi : Pembebasan Ini Karena Rasa Kemanusiaan

Setelah Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Prositusi Artis, Aldira Chena: Sekarang Dira Mau Tenang

Suryadi menegaskan pihaknya terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna memberantas peredaran pil berbahaya tersebut.

"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 197 sub pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan," imbuh Suryadi kepada Tribunjatim.com.

Kepada Suryadi, tersangka Halim mengaku juga menjual pil double L. Mirisnya, yang kerap membeli barang haram tersebut adalah anak-anak usia sekolah. Ia pun mengaku, seringkali para anak-anak membeli 8 butir untuk dikonsumsi sendiri.

"Selain anak-anak ya banyak juga para pemuda dan pekerja yang beli," beber Halim. (ew/TribunJatim.com).

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved