Usai Video Call, Caleg di Kota Probolinggo ini Diperas Teman Medsosnya

da - ada saja yang terjadi menjelang pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Seorang Calon legeslatif (Caleg) DPRD Kota Probolinggo dari Partai N

Usai Video Call, Caleg di Kota Probolinggo ini Diperas Teman Medsosnya
(Surya/Galih Lintartika)
Caleg Kota Probolinggo saat menunjukkan chat pemerasan 

TRIBUNJATIM, PROBOLINGGO - Ada - ada saja yang terjadi menjelang pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Seorang Calon legeslatif (Caleg) DPRD Kota Probolinggo dari Partai Nasdem diserang orang tak dikenal. Dia adalah Nurul Munjiad.

Yang bersangkutan menjadi korban pemerasan via media sosial (Medsos). Pemerasan itu dilakukan pasca ia melakukan video call dengan seorang teman wanitanya yang dikenalnya dari medsos itu beberapa waktu lalu.

Kepada media, Nurul Munjiad mengaku sudah merasa diperas oleh seorang oknum yang dikenalnya melalui media sosial. Oknum itu menggunakan akun facebook dengan nama Aulyah Sari.

Wanita tersebut meminta uang sebanyak Rp 5 juta kepadanya. Jika tidak diberi, ia mengaku oknum itu mengancam akan menyebarkan video rekaman video call ke medsos dan beberapa teman pribadinya

"Saya sebenarnya tidak takut dengan ancaman itu. Toh videonya juga wajar bukan rekaman video call yang mesum. Saya kira seorang laki - laki video call dengan teman kan ya lumrah," katanya kepada Tribunjatim.com.

Korban Tewas Terseret Innova, Ternyata Warga Kembangbahu Lamongan

Ramalan Zodiak Rabu, 23 Januari 2019: Aquarius Bikin Bos Ngamuk, Aries Malas Kerja, Virgo Mantul

Ia menuturkan rekaman video call yang dilakukan antara dirinya dengan wanita itu cukup lumrah, karena tidak ada unsur mesum. Kebetulan saja, saat video call dengan wanita itu dirinya telanjang dada, alias buka baju.

“Saya tidak menyangka kalau itu akan berujung pemerasan. Ceritanya, saya dimintai pertemanan sama dia. Terus dia minta nomor ponsel dan saya terima, saya kira konstituen karena saya kan mau nyaleg. Jadi saya perlu banyak teman," akunya kepada Tribunjatim.com.

Hubungan itu kemudian berlanjut via whatsapp dan terjadilah video call itu. Namun, rupanya itu menjadi modus pemerasan pada Nurul Munjiad.

“Saya berharap pemilik akun itu dideteksi oleh polisi dan ditangkap agar tidak meresahkan," imbuhnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi mengaku, belum ada laporan terkait pemerasan yang diduga dialami caleg tersebut.

“Kami tunggu laporannya masuk ke dalam meja saya. Setelahnya kami akan lakukan penyelidikan," pungkas dia. (lih/TribunJatim.com).

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved