Akibat Angin Kencang, Pohon Jati di Jalan Dusun Tegalsari Pamekasan Tumbang

Hujan gerimis disertai angin kencang menyebabkan pohon jati tumbang di Jalan Dusun Tegalsari, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan

Akibat Angin Kencang, Pohon Jati di Jalan Dusun Tegalsari Pamekasan Tumbang
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Tim BPBD Kabupaten Pamekasan dibantu warga saat memotong pohon yang tumbang di Jalan Dusun tegalsari, Pamekasan, Rabu (23/1/2019) sore. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Hujan gerimis disertai angin kencang menyebabkan pohon jati tumbang di Jalan Dusun Tegalsari, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Rabu (23/1/2019) sore

Warga yang ingin melintas di Jalan Dusun Tegalsari, Desa Pademawu Barat harus berhati-hati, karena pohon yang tumbang menutupi sebagian besar ruas jalan.

Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut, hanya kabel listrik yang terkena dampaknya.

Pantauan Tribunmadura.com,  Tim BPBD Kabupaten Pamekasan langsung mendatangi lokasi.

(Sudah Tiga Kali Terjadi Kebakaran, Lurah Tegalsari Ajak PMK Surabaya Lakukan Simulasi Kebakaran)

(PT KAI Daop 9 Jember Waspadai 18 Titik Rawan Banjir dan Longsor di Jalur Kereta Api)

Dibantu warga dan para petugas lainnya, petugas memotong dan membersihkan pohon yang tumbang tersebut.

Supervisor PusdalOps BPBD Pamekasan, Budi mengatakan, akar pohon yang sudah keropos membuat pohon tak bisa menahan terjangan angin kencang.

"Sekitar pukul 15:30 WIB tumbang. Kami sempat mengalami kesulitan karena pohon dan kabel listrik dan juga kabel telepon nempel. Sekitar 30 menit pemotongan pohon selesai," ujarnya.

Pohon tumbang tersebut, menyebabkan sejumlah kerusakan, seperti kabel listrik yang menggelantung hingga ke jalan raya.

(Jalur Pendakian Gunung Penanggungan di Trawas Mojokerto Ditutup Sementara)

(Asyik, Liburan ke Malaysia-Banyuwangi Hanya Rp 250.000)

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, BPBD Kabupaten Pamekasan menghimbau masyarakat, jika terjadi hujan, baik gerimis atau deras di sertai angin kencang agar tidak berteduh di bawah atau dekat pohon dan papan reklame.

"Kalau hujan di sertai angin kencang, lebih baik berteduh di dalam ruangan yang ada atapnya. Waspada dan selalu memperhatikan sekeliling untuk menjaga hal yang tidak diinginkan," tegas Budi.

TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Sudah Tiga Kali Terjadi Kebakaran, Lurah Tegalsari Ajak PMK Surabaya Lakukan Simulasi Kebakaran)

(Seorang Tukang Becak Tewas Saat Mengangkut Penumpang Keliling Kota Malang)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved