Breaking News:

Pendemo Pertamina-Rosneft Kecewa Tak Ditemui Ketua DPRD Tuban, Ancam Datangkan Lebih Banyak Massa

Ratusan massa penolakan terhadap pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft yang akan dibangun di Desa Wadung,menelan kekecewaan.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Melia Luthfi Husnika
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Pengunjuk rasa menunjukkan surat tanda terima dari DPRD Tuban setelah menyerahkan surat penolakan kilang Pertamina-Rosneft 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Ratusan massa penolakan terhadap pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft yang akan dibangun di Desa Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu menelan kekecewaan, karena tidak ditemui perwakilan Dapil maupun Ketua DPRD Tuban saat aksi, Selasa (29/1/2019), pagi.

Para demonstran hanya ditemui anggota dewan dari Dapil 3, Fraksi Gerindra, Nurhadi Sunar Endro.

Sedangkan anggota DPRD lainnya, disampaikan Sekretaris DPRD Tuban, Supriyanto, masih dalam tugas kunjungan kerja dinas luar kota.

Korlap aksi, Munasih mengatakan, warga sangat kecewa karena tak ada satupun wakil rakyat dari Dapil 5 meliputi kecamatan Jenu yang menemui pengunjuk rasa.

Warga 6 Desa di Kecamatan Jenu Tuban DemoTolak Pembangunan Kilang Minyak Pertamina-Rosneft

Maka dengan tidak adanya wakil rakyat dari Dapil 5 khususnya Jenu, masyarakat mempertanyakan keterwakilannya.

Bahkan Ketua DPRD Tuban, Miyadi juga tidak ada di tempat untuk menemui masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

"Kami kecewa, tidak ada wakil dari Dapil V yang menemui kami. Bu Farida, Roni, Abu juga tidak ada," Terangnya kepada wartawan saat aksi berakhir.

Korlap dari warga Desa Sumurgeneng itu menambahkan, dengan tidak adanya wakil dari Dapil 5, maka pengunjuk rasa menyerahkan surat atau dokumen penolakan kepada wakil rakyat yang ada di DPRD yaitu Nurhadi Sunar Endro.

Surat diharapkan agar segera ditindaklanjuti oleh anggota DPRD Tuban dalam waktu secepatnya, warga menunggu hasilnya hingga 3 Februari. Jika surat tak kunjung ditindaklanjuti, maka masyarakat akan menggelar aksi lagi dengan massa lebih banyak.

Razia Warung di Tuban, Petugas Malah Temukan Puluhan Botol Minuman Keras

"Intinya kita tolak kilang minyak Pertamina-Rosneft, kami tidak mau menjual tanah, petani sudah kaya. Tolong renungkan surat dari rakyat dan segera ditindaklanjuti," Pungkasnya.

Sementara itu, Nurhadi Sunar Endro menyatakan, akan menyerahkan surat ini kepada pimpinan yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam Bamus.

Anak Punya Nama Dengan 19 Kata, Orangtua dari Tuban Ini Sebut Tak Ada Masalah Pada Kolom Identitas

"Kita terima suratnya, untuk disampaikan ke pimpinan, baru selanjutnya dibahas," Jawab singkat anggota fraksi Gerindra tersebut.

Sekadar diketahui, sebelum membubarkan diri, warga lebih dulu melakukan sweeping ke sejumlah ruangan untuk mencari anggota DPRD dari Dapil 5. Aksi juga diikuti dari warga dua Desa lainnya yaitu Remen dan Mentoso.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved